c_740_198_16777215_00_images_assets_OIL_Oil-prices

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) stagnan jelang rilis data pemerintah yang diproyeksi untuk menunjukkan bahwa cadangan minyak mentah AS tergelincir pekan lalu. Brent mengalami rebound setelah menyentuh level terendahnya 13-bulan karena melambatnya perekonomian China.

Persediaan minyak mentah AS kemungkinan turun dalam 7 pekan terakhir, menurut analis yang disurvei oleh Bloomberg jelang rilis laporan Administrasi Informasi Energi hari ini. Brent tergelincir sebesar 0,6 % setelah indeks kredit China anjlok sementara pertumbuhan produksi pabrik melambat. Pasukan Kurdi berjuang untuk merebut kembali posisi yang dikuasai oleh pejuang Negara Islam di Irak bagian utara terkait Perdana Menteri Nouri al-Maliki berusaha untuk berpegang teguh pada kekuasaan.

WTI untuk pengiriman segera turun sebesar 8 sen ke level $ 97,29 per barel pukul 09:42 di New York Mercantile Exchange. Volume semua berjangka yang diperdagangkan sebesar 21 persen di bawah rata-rata 100 hari. Kontrak berjangka melemah sebesar 0,7 persen ke level $ 97,37 per barel kemarin, yang merupakan penutupan level terendahnya sejak 7 Agustus kemarin.

Brent untuk pengiriman segera menguat sebesar 29 sen atau 0,3 persen ke level $ 103,31 per barel di London berbasis ICE Futures Europe exchange. Volume berjangka sebesar 44 persen lebih tinggi dari rata-rata 100 hari. Kontrak berjangka menyentuh level $ 102,37, level intraday terendahnya sejak 1 Juli 2013 lalu. Minyak mentah acuan Eropa diperdagangkan pada level $ 6,02 premium, dibandingkan dengan WTI menguat sebesar $ 5,65 kemarin.