Equityworld Futures Surabaya – Indeks saham utama Amerika Serikat ditutup lebih rendah pada akhir perdagangan Kamis waktu New York.

Seperti dikutip dari laman CNBC, Jumat, 30 Oktober 2015, pelemahan indeks disebabkan karena investor terus mempertimbangkan kemungkinan kenaikan suku bunga Amerika Serikat pada Desember nanti.
“Pasar sepertinya mengkonsolidasi indikasi dari pernyataan Federal Reserve kemarin, mereka melihat kondisi perekonomian AS semakin membaik,” kata Peter Cardillo, Kepala Ekonom Pasar Rockwell Global Capital.
Hasil pertemuan Federal Reserve pada Rabu lalu menyatakan bahwa bank sentral AS itu memutuskan untuk menunda kenaikan suku bunga.
The CBOE Volatilitas Index (VIX), yang secara luas dianggap sebagai ukuran terbaik dari kecemasan di pasar diperdagangkan mendekati 14,5.
Indeks Dow Jones Industrial Average berakhir turun 23,72 poin (0,13 persen) ke level 17.755,8, dengan saham Apple yang memimpin pelemahan saham.
Sementara itu, indeks S&P 500 turun 0,94 poin (0,04 persen) ke level 2.089,41, dipimpin oleh saham sektor utilitas.
Adapun indeks Nasdaq melemah 21,42 poin (0,42 persen) ke level 5.074,27.
Volume saham yang diperdagangkan di Bursa Efek New York hampir mencapai 977 juta unit saham dengan volume komposit mendekati 3,6 miliar unit saham.
Sementara itu, nilai tukar mata uang dolar melemah terhadap mata uang mitra dagang utama AS. Imbal hasil (yield) treasury 10 tahun yang digunakan untuk menentukan suku bunga KPR dan kredit konsumsi sebesar 2,17 persen.
sumber : http://bisnis.news.viva.co.id/news/read/693347-pertimbangkan-keputusan-the-fed–wall-street-melemah