Equityworld Futures : Fenomena langka muncul di langit Mongolia akhir pekan lalu. Pada hari Minggu lalu muncul sinar terang “tiga” matahari.

Fenomena ini tergolong langka, tapi sudah beberapa kali terjadi. Penampakan “tiga” matahari ini dikenal dengan istilah Parhelion. Selain itu fenomena ini juga dikenal dengan sun dog, karena “dua” matahari mengikuti induknya, perilaku ini layaknya anjing yang terus mengikuti tuannya.

Di langit Mongolia, satu matahari diapit oleh “dua” matahari lainnya. Kombinasi ini akhirnya menciptakan efek halo matahari atau cincin matahari dengan dua bola cahaya di kedua sisi matahari.

Melansir Independent, Kamis, 22 Januari 2015, para ilmuwan di pusat meteorologi lokal menjelaskan bahwa Parhelion terjadi dengan syarat matahari berada di dekat batas dengan cakrawala melewati kristal salju di udara.

Sun dog terbentuk karena sinar matahari dibiaskan oleh kristal es heksagonal dengan diamater lebih besar dari 30 mikrometer. Kemudian sun dog terlihat saat matahari berada di dekat cakrawala dan terletak pada bidang horisontal yang sama dengan pengamat dan kristal es.

Akibat sinar matahari melewati kristal es, maka sinar dibengkokkan atau bias sebesar 22 derajat sebelum mencapai penglihatan pengamat.

viva.co.id