Equityworld Futures : Emas anjlok menuju level terendah pada satu hari transaksi Rabu kemarin, setelah beberapa data vital dari Washington mencuatkan kembali ekspektasi akan kemungkinan kenaikan suku bunga tahun ini

Departemen Perdagangan Amerika Serikat menyatakan bahwa deficit transaksi menyempit sebesar 19.2% pada bulan April menjadi (-40.88 milyar dollar ) dari deficit (-50.57 milyar dollar ) pada bulan Maret. Para analis memprediksi deficit transaksi AS menyempit menjadi (-44.0 milyar dollar AS) pada bulan April.

Eksport AS naik tipis 1% menjadi 189.91 milyar dollar  pada bulan April, sementara import menurun 3.3% menjadi 230.78 milyar dollar

Pada divisi Comex di Bursa New York, emas futures untuk pengiriman Agustus menurun $5.60 atau 0.47% dan ditransaksikan pada level 1188.80 per ounce selama sesi transaksi pasar AS. Dan mendekati sesi penutupan, Emas tertekan menuju level low 1179.40 dan berakhir pada level 1182.50

Faktor katalis tergerusnya value emas, kemarin adalah data vital dari ADP  yang merilis bahwa tenaga kerja swasta di luar pertanian  naik sebanyak 201.000 pada bulan Mei, sedikit di atas ekspektasi naik 200.000. Sementara lapangan kerja tercipta sebanyak 165.000 pada bulan April

Potret cerah dari ADP segera melecut harapan bahwa ekonomi mulai menguat lagi setelah pada kuartal pertama mengalami kontraksi, sehingga mencuatkan spekulasi bahwa Federal Reserve akan mendongkrak suku bunga secepatnya pada bulan September

Di sisi lain, minyak mentah tergelincir, sebagai reaksi para investor dan trader dalam mengamankan laba di tengah berkurangnya stok minyak mentah AS
Pada bursa New York,  WTI crude untuk pasokan Juli menurun lebih dari 2.75% menuju level low intra day 59.39 dollar per barrel, sebelum naik tipis menuju 59.66, menurun 1.60 atau 2.61%. WTI crude ditransaksikan di antara area 59.39 dan 61.26, yang cenderung tidak beranjak lebih jauh setelah dalam tiga hari transaksi bersinambung ditutup di atas level 60 dollar per barrel

Data untuk stok minyak mentah akhir pekan 29 Mei, tercatat menyusut sebanyak 1.9 juta barrel, mendekati estimasi menurun 2 juta barrel. Stok minyak mentah AS masih berada pada level 477.4 juta barrel, level tertinggi dalam kurun 80 tahun

Para investor dan trader portofolio minyak mentah akan tertuju pada pertemuan para anggota negara OPEC di Wina akhir pekan ini. OPEC diharapkan menjaga kapasitas produksinya tidak melebihi 30 juta barrel per hari

Selain masalah kesepakatan kapasitas produksi anggotanya, OPEC juga harus menerapkan strategi pas dalam mengatasi eksport minyak mentah Iran jika sanksi ekonomi dicabut musim panas nanti. Eksport minyak mentah Iran bisa naik 1.7 juta barrel per hari dar level saat ini, 1.0 juta barrel per hari dalam 12 bulan dari potensi tercapainya kesepakatan nuklir dengan pihak Barat. Iran dilaporkan  mempunyai simpanan 30 juta barrel minyak mentah yang disimpan di tanker-tanker lepas pantai dan siap untuk dieksport

Para trader komoditi unggulan pada hari ini akan tersedot atensinya pada publikasi data vital dari Washington, yaitu USD Unemployment Claims pada jam 19.30 WIB, dengan estimasi turun tipis sebesar 280.000 dari sebelumnya 282.000.

JIka selaras dengan ekspektasi, maka komoditi unggulan rentan untuk tertekan lebih lanjut. Dan jika hasilnya melebihi data sebelumnya, maka komoditi unggulan berpotensi menjejaki recovery, karena wacana kenaikan suku bunga AS akan terganjal lagi