Equityword Futures Surabaya – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya resmi mengajukan usulan Upah Minimum Kota (UMK), Rabu 28 Oktober 2015. Namun, kali ini Pemkot Surabaya mengajukan dua usulan UMK.

“Ada yang Rp3.111.000, ada pula yang Rp3.021.650,” kata Pj Wali Kota Surabaya, Nurwiyatno, seusai menandatangi usulan pengajuan UMK tersebut di Balai Kota Surabaya.

Nurwiyatno mengungkapkan, penyebab munculnya dua usulan tersebut, disebabkan masih belum adanya titik temu antara perwakilan pekerja, dengan pengusaha.

“Yang perwakilan pekerja mengusulkan angka cantik Rp3.111.000, sedangkan Asosiasi Pengusaha Indonesia, atau Apindo meminta Rp3.021.650,” tutur Nurwiyatno.

Alasan Apindo mengusulkan jumlah itu, karena berdasarkan perhitungan yang mereka lakukan. “Yaitu UMK yang sedang berjalan dikalikan KHL (Kebutuhan Hidup Layak) sebesar 6,83 persen, ketemunya angka Rp3.021.650 itu,” urai pria yang juga mantan aktivis GMNI tersebut.

Meski demikian, Nurwiyatno mengaku senang dengan hal itu. Sebab, dalam penandatanganan usulan kali ini juga dihadiri oleh pihak APINDO. “Kalau sebelumnya mereka itu tidak mau hadir,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker) Pemkot Surabaya Dwi Purnomo mengatakan, usulan itu akan segera dibawanya ke Pemprov Jatim. “Tujuannya, agar segera disahkan oleh Pak Gubernur,” kata dia. (asp)

 

sumber : http://bisnis.news.viva.co.id/news/read/692795-ini-besaran-usulan-upah-minimum-di-surabaya