Equityworld Futures : Pada perdagangan Senin (17/11) nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta  menguat 20 poin menjadi Rp 12.180 dibandingkan posisi sebelumnya Rp 12.200 per dolar AS.  Kurs  rupiah mengalami penguatan terhadap dolar AS di tengah antisipasi rencana pemerintah yang akan menaikan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi pada tahun ini.  Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih bergerak lambat di awal pekan ini hanya naik 4 poin. Investor masih menanti kepastian rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi.  Pada penutupan perdagangan Sesi I, IHSG naik 10,512 poin (0,21%) ke level 5.060,000 di tengah perdagangan yang sepi.

Para investor  mengharapkan kenaikan harga BBM bersubsidi itu segera terealisasi sehingga beban defisit pada neraca transaksi berjalan Indonesia bisa berkurang dan mengurangi kekhawatiran investor terhadap perekonomian Indonesia ke depan. Penguatan rupiah masih cenderung terbatas, sebagian investor masih terlihat waspada mencermati besaran kenaikan harga BBM bersubsidi itu.  Saat ini,   outlook mata uang rupiah masih cukup netral bergerak di kisaran Rp 12.170-Rp 12.210 per dolar AS.

Pelemahan dolar AS terhadap mata uang yen Jepang juga cukup memberikan sentimen positif bagi nilai tukar rupiah untuk kembali terapresiasi pada awal pekan ini  Senin  (17/11).  Penguatan dolar AS terbebani setelah mengalami penguatan cukup signifikan terhadap yen Jepang, kondisi itu mendorong aksi ambil untung pelaku pasar keuangan.  Seiring penguatannya di transaksi antarbank di Jakarta, pada kurs tengah Bank Indonesia (BI) mata uang domestik ini juga bergerak menguat menjadi Rp 12.193 dibandingkan posisi sebelumnya di posisi Rp 12.206 per dolar AS.

Di sisi lain,  indeks hanya mampu naik ke titik tertingginya hari ini di 5.073,762 sebelum akhirnya melambat. Aksi jual mulai ramai jelang penutupan perdagangan.  Pada akhir perdagangan awal pekan.   IHSG ditutup naik tipis 4,455 poin (0,09%) ke level 5.053,943. Sementara Indeks unggulan LQ45 ditutup menguat tipis 1,701 poin (0,20%) ke level 867,218.

Tercatat saham-saham unggulan jadi incaran investor, terutama di sektor komoditas dan konsumer. Beberapa saham lapis dua yang dijual jadi penghambat laju IHSG.  Investor asing belanja saham di pasar negosiasi, membuat transaksinya di seluruh pasar menjadi pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 444,2 miliar. Sedangkan di pasar reguler tercatat net sell sebesar Rp 17,7 miliar

Perdagangan hari ini berjalan sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 191.605 kali dengan volume 4,327 miliar lembar saham senilai Rp 4,56 triliun. Sebanyak 156 saham naik, 144 turun, dan 78 saham stagnan.  Ekonomi Jepang yang masuk resesi jadi sentimen negatif di mata pelaku pasar Asia. Bursa-bursa regional pun kompak jatuh ke zona merah sore hari ini:

Sementara situasi dan kondisi bursa regional sore ini:  Indeks Nikkei 225 jatuh 517,03 poin (2,96%) ke level 16.973,80, Indeks Hang Seng anjlok 290,30 poin (1,21%) ke level 23.797,08, Indeks Komposit Shanghai turun 4,82 poin (0,19%) ke level 2.474,01, dan  Indeks Straits Times melemah 26,29 poin (0,79%) ke level 3.289,38.