Equityworld Futures : Pada perdagangan Selasa (10/2) nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta bergerak menguat sebesar 22 poin menjadi Rp 12.630 dibandingkan sebelumnya di posisi Rp 12.652 per dolar AS.  Sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertekan  lebih dalam pada perdagangan Sesi II kemarin. Perdagangan yang sepi menyeret Indeks ke zona merah dan semakin jauh dari rekor baru.  Pada penutupan perdagangan Selasa (10/2), IHSG berada di posisi 5.321,47. Melemah 26,99 poin (0,5%). Indeks unggulan LQ45 melemah 5,38 poin (0,58%) menjadi 920,9.

Kurs rupiah bergerak stabil dengan kecenderungan menguat terhadap dolar AS menyusul masih adanya aliran dana asing yang masuk ke pasar keuangan Indonesia.  Meski  demikian, laju mata uang rupiah dibayangi sentimen eksternal terkait beredarnya rancangan atau draft pertemuan G-20 yang meminta kepada kepala negara dan kepala pemerintahan untuk menjalankan kebijakan moneter yang akomodatif, situasi itu dipersepsikan masih adanya perlambatan ekonomi global.  Masih adanya potensi perlambatan perekonomian global itu, pelaku pasar diproyeksikan kembali mentransaksikan mata uang ’hard currency’, yakni dolar AS.

Harga obligasi Yunani yang tertekan secara tidak langsung berimbas pada laju mata uang euro yang juga dapat mempengaruhi laju mata uang negara-negara berkembang, salah satunya rupiah.  Pelaku pasar masih dibayangi kekhawatiran Yunani terkait masalah dana talangannya. Kekhawatiran itu dapat mendorong pelaku pasar keuangan keluar dari instrumen yang beresiko dan mencari instrumen yang aman.  Selain itu,  pasar juga sedang mewaspadai data inflasi Tiongkok bulan Januari yang hasilnya di bawah ekspektasi pasar. Penurunan inflasi di Tiongkok itu dikhawatirkan mengarah pada deflasi yang berarti perlambatan ekonomi.

Dari bursa saham, tercatat dari 10 sektor saham, 8 terpuruk di jalur merah dengan pelemahan terdalam dialami barang konsumsi yang mencapai 1,35%. Sementara sektor aneka industri masih mampu mencatat kenaikan 0,58%.  Indeks pun semakin jauh untuk mencetak rekor baru. Rekor tertinggi IHSG sebelumnya tercatat kala penutupan Sesi I kemarin, yaitu di 5.363,65.

Perdagangan hari ini berjalan kurang meriah. Hanya terjadi 194.506 kali transaksi yang melibatkan 5,11 miliar unit saham senilai Rp 4,99 triliun. Sebanyak 102 saham menguat, 170 melemah, dan 97 stagnan.

Sementara  perkembangan sejumlah bursa saham regional:  Nikkei 225 turun 59,25 poin (0,33%) menjadi 17.652,68, Hang Seng naik 7,1 poin (0,03%) ke posisi 24.528,1, KOSPI melemah 11,14 poin (0,57%) menjadi 1.935,86, dan  Straits Times menguat 14,67 poin (0,43%) ke posisi 3.432,69.