Equityworld Futures : Pada perdagangan Kamis (29/1) nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta menguat lima poin menjadi Rp 12.482 per dolar AS dibandingkan dengan sebelumnya di posisi Rp 12.487 per dolar AS.  Bank sentral AS (the Fed) yang menyatakan tetap bertahan  untuk menaikan suku bunga menjadi salah satu penopang rupiah kembali berada di area positif.  Sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun  6 poin di tengah transaksi yang terbatas. Indeks juga hanya bergerak dalam rentang yang tipis.

Penguatan nilai tukar domestik itu masih terbatas seiring dengan the Fed yang meningkatkan penilaian terhadap ekonomi dan pasar tenaga kerja yang membaik meski inflasi diperkirakan masih melambat.  Ekspansi aktivitas ekonomi AS berada pada laju yang solid, kondisi pasar tenaga kerja menunjukkan peningkatan dan turunnya tingkat pengangguran.

Dalam pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC),  para pembuat kebijakan the Fed menyatakan inflasi AS dalam jangka pendek akan menurun, namun akan naik secara bertahap menuju 2 persen dalam jangka menengah setelah dampak dari rendahnya harga energi mulai memudar.

Sentimen kebijakan bank sentral Eropa (ECB) yang akan mengeluarkan stimulus keuangannya akan dapat menahan rupiah dari tekanan jika the Fed merealisasikan kenaikan suku bunga AS (Fed rate).  ECB yang akan melakukan ’quantitative easing’ dapat mendorong likuiditas keuangan global meningkat, negara-negara berkembang termasuk Indonesia yang masih memiliki potensi pertumbuhan akan mendapatkan dampak positifnya.  Kurs tengah Bank Indonesia pada Kamis (29/1) ini tercatat mata uang rupiah bergerak melemah menjadi Rp 12.515 dibandingkan hari sebelumnya, Rabu (28/1) di posisi Rp 12.498 per dolar AS.

Dari bursa saham, menutup perdagangan Sesi, IHSG turun tipis 9,804 poin (0,19%) ke level 5.259,048. Indeks bertahan di teritori negatif sejak pembukaan perdagangan pagi tadi.  Posisi terendah yang sempat disinggahi Indeks hari ini ada di level 5.253,452. Dua sektor berhasil menguat, yaitu sektor konstruksi dan perdagangan.

Pada akhir perdagangan  IHSG ditutup berkurang 6,001 poin (0,11%) ke level 5.262,851. Sementara Indeks LQ45 ditutup mundur 1,312 poin (0,14%) ke level 910,382. Investor asing tidak banyak bertransaksi hari ini. Transaksi investor asing hingga sore hari ini terpantau melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 16,858 miliar di seluruh pasar.

Tercatat perdagangan kemarin  berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 159.862 kali dengan volume 4,21 miliar lembar saham senilai Rp 4,013 triliun. Sebanyak 120 saham naik, 147 turun, dan 99 saham stagnan.  Koreksi bursa-bursa Asia makin dalam sore hari ini dan menutup perdagangan dengan kompak di zona merah. Koreksi yang terjadi di BEI termasuk yang paling landai di antara bursa regional.

Sementara situasi dan kondisi bursa regional sore ini:  Indeks Nikkei 225 anjlok 189,51 poin (1,06%) ke level 17.606,22, Indeks Hang Seng jatuh 265,96 poin (1,07%) ke level 24.595,85, Indeks Komposit Shanghai amblas 43,43 poin (1,31%) ke level 3.262,30, dan  Indeks Straits Times melemah 4,26 poin (0,12%) ke level 3.414,89.