Equityworld Futures : Pada perdagangan Kamis (26/3) nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta bergerak melemah sebesar 21 poin menjadi Rp 12.991 dibandingkan sebelumnya di posisi Rp 12.970 per dolar AS.  Kurs  rupiah hampir menembus level Rp 13.000 per dolar AS menyusul naiknya bunga obligasi Amerika Serikat (AS) bertenor 10 tahun ke arah 2 persen.  Sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkikis 36 poin akibat maraknya aksi jual yang dilakukan investor asing. Pemodal asing jual bersih hingga lebih dari Rp 300 miliar.  Pada awal perdagangan pagi tadi, IHSG turun 24,469 poin (0,45%) ke level 5.381,020 mengikuti pelemahan Wall Street dengan terpangkas 24 poin. Indeks pun kembali jatuh ke level 5.300.

Penurunan tingkat pesanan barang modal AS pada Februari tahun ini diekspektasikan pasar sebagai salah satu sinyal melambatnya pertumbuhan global. Sinyal itu cenderung mendorong pelaku pasar uang lebih banyak menempatkan ke dalam aset aman atau “safe haven” seperti dolar AS.  Rupiah dalam jangka pendek ini sedang mengalami konsolidasi menjelang akan diterapkannya kebijakan pemerintah melalui reformasi struktural dalam rangka menjaga ekonomi domestik.  Kebijakan pemerintah itu dapat menopang rupiah ke depannya.   Peringkat Indonesia yang masih berada dalam peringkat “investment grade” akan menopang rupiah secara fundamental.

Pekan lalu, Lembaga Rating and Investment Information, Inc. (R&I) mengafirmasi Sovereign Credit Rating Republik Indonesia pada BBB- (triple B minus) dengan outlook stabil.  Peringkat itu, menunjukkan fundamental ekonomi Indonesia yang sehat sehingga ruang penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS masih cukup terbuka.  Adapun  kurs tengah Bank Indonesia  (BI) tercatat mata uang rupiah bergerak melemah menjadi Rp 13.003 dibandingkan hari sebelumnya, Rabu (25/3 ) di posisi Rp 12.932 per dolar AS.

Dari bursa saham, menutup  perdagangan Sesi I, menipis 5,638 poin (0,10%) ke level 5.399,851. Indeks ketinggalan bursa-bursa Asia yang sudah bisa menguat.  Beberapa saham unggulan jadi sasaran aksi beli investor domestik. Akibatnya seluruh indeks sektoral jatuh ke zona merah.  Pada akhir  perdagangan, Kamis (26/3), IHSG ditutup melemah 36,689 poin (0,68%) ke level 5.368,800. Sementara Indeks unggulan LQ45 ditutup turun 7,359 poin (0,78%) ke level 932,014.  Transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 327,798 miliar di seluruh pasar.

Tercatat perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 241.637 kali dengan volume 6,433 miliar lembar saham senilai Rp 6,485 triliun. Sebanyak 83 saham naik, 201 turun, dan 89 saham stagnan.  Bursa-bursa regional menutup perdagangan sore ini dengan mixed. Bursa saham China dan Singapura bertahan di teritori positif.

Di sisi lain, situasi dan kondisi bursa regional sore ini:  Indeks Nikkei 225 anjlok 275,08 poin (1,39%) ke level 19.471,12, Indeks Hang Seng menipis 31,15 poin (0,13%) ke level 24.497,08, Indeks Komposit Shanghai naik 21,37 poin (0,58%) ke level 3.682,10, Indeks Straits Times menguat 13,94 poin (0,41%) ke level 3.432,96.