Equityworld Futures : Pada perdagangan Rabu (6/5) nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta menguat 10 poin menjadi Rp 13.026 per dolar AS dibandingkan dengan sebelumnya di posisi Rp 13.036 per dolar AS.  Mata uang rupiah bergerak mendatar dengan kecenderungan menguat terhadap dolar AS setelah beberapa data ekonomi Amerika Serikat yang dirilis mengalami pelambatan.  Sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 24 poin berkat aksi beli investor domestik menjelang penutupan perdagangan. Dana asing belum berhenti mengalir ke luar lantai bursa.  Aksi jual  langsung terjadi sejak pembukaan perdagangan.  Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG turun 26,572 poin (0,51%) ke level 5.133,736 setelah mendapat sinyal ekonomi global akan  melambat.

Salah satu data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang mendorong dolar AS terkoreksi yakni neraca perdagangan periode Maret 2015 yang mengalami peningkatan defisit. Tercatat, neraca perdagangan Amerika Serikat Maret 2015 naik menjadi 51,4 miliar dolar AS dari 35,9 miliar dolar AS pada bulan sebelumnya.   Di satu sisi, meningkatnya defisit neraca perdagangan Amerika Serikat itu menimbulkan ekspektasi bahwa bank sentral AS (the Fed) akan menunda kenaikan suku bunganya pada Juni mendatang.  Dari dalam negeri, pemerintah yang berkomitmen untuk memaksimalkan penyerapan anggaran pada kuartal II tahun ini disambut positif pelaku pasar uang di dalam negeri.

Maksimalnya penyerapan anggaran diperkirakan akan mendorong perekonomian Indonesia meningkat setelah mengalami perlambatan pada kuartal I 2015 ini.  Pada kuartal I tahun ini, PDB Indonesia mengalami perlambatan, hal itu diperkirakan karena minimnya penyerapan anggaran pemerintah pada periode itu.  Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia pada kuartal I-2015 turun sebesar 0,18 persen menjadi 4,71 persen dari 5,02 persen pada Desember 2014.  Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia (BI)  pada Rabu ini tercatat mata uang rupiah bergerak melemah menjadi Rp 13.040 dibandingkan hari sebelumnya, Selasa (5/5) di posisi Rp 12.993 per dolar AS.

Dari bursa saham, menutup  perdagangan Sesi I, IHSG menipis 5,505 poin (0,11%) ke level 5.154,803 masuk istirahat siang. Investor asing lagi-lagi menarik dana dari lantai bursa.  Investor asing melepas saham-saham bank dan infrastruktur. Saham-saham ini kemarin sudah menguat cukup tinggi. Pada akhir perdagangan, Rabu (6/5), IHSG ditutup naik 24,642 poin (0,48%) ke level 5.184,950. Sementara Indeks LQ45 ditutup menguat 4,984 poin (0,56%) ke level 897,704.  Investor domestik menampung saham-saham unggulan yang harganya sudah murah. Sembilan sektor berhasil menguat, hanya sektor perdagangan yang melemah.

Tercatat transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 827,046 miliar di seluruh pasar.  Perdagangan hari ini berjalan ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 219.568 kali dengan volume 5,452 miliar lembar saham senilai Rp 6,612 triliun. Sebanyak 154 saham naik, 128 turun, dan 107 saham stagnan.  Adapun  situasi dan kondisi bursa regional sore ini: Indeks Hang Seng turun 114,63 poin (0,41%) ke level 27.640,91, Indeks Komposit Shanghai anjlok 69,44 poin (1,62%) ke level 4.229,27,  dan  Indeks Straits Times melemah 11,61 poin (0,33%) ke level 3.459,58.