Equityworld Futures SurabayaKartu kredit merupakan alat bantu pembayaran untuk memudahkan penjual dan pembeli bertransaksi tanpa harus ribet menggunakan uang tunai.

Bank Indonesia juga rajin berkampanye untuk mendorong masyarakat bertransaksi tanpa uang tunai. Mudah, nyaman dan simpel adalah pertimbangan untuk mendorong cashless society ini.
Seiring perkembangan, pertumbuhan jumlah kartu yang pesat mendorong bank penerbit kartu untuk mencari untung dari bisnis ini secara maksimal. Berbagai program dibuat untuk memancing masyarakat berperilaku konsumtif dan seolah tak bisa hidup tanpanya. Nah bagaimana Anda sebaiknya memilih kartu kredit dengan melihat fenomena ini? Berikut ulasannya:

1. Perhatikan tingkat bunga dan jenis bunga yang digunakan

Bunga kartu kredit sebenarnya relatif sama. Faktor ini merupakan hal terpenting yang harus diperhatikan karena akan sangat memengaruhi pengeluaran Anda nantinya. Sehingga perlu dicek secara detil komponen dan jenis bunga kartu yang akan Anda ambil. Kartu kredit yang baik tentu menawarkan tingkat bunga yang tidak terlalu tinggi.

Jika mendapatkan bunga rendah, jangan langsung percaya. Ingat, sesuatu yang indah bisa jadi jebakan. Perhatikan juga apakah bunga flat atau efektif atau yang lainnya. Biasanya kartu kredit menggunakan skema bunga tetap dengan perhitungan denda bunga keterlambatan yang rumit namun mencekik.

2. Periode penagihan dan masa bebas bunga (Grace Period)

Dalam transaksi kartu kredit ada istilah grace period yaitu periode bebas bunga. Bagi pengguna kartu kredit yang sudah berpengalaman dia bisa memanfaatkan grace period ini sampai dengan 40 hari dengan memperhatikan tanggal jatuh tempo dan tanggal cetak tagihan kartu serta tentu saja waktu transaksi yang harus menyesuaikan untuk mendapatkan manfaat maksimal tersebut.

Namun ingat hal itu bukan berarti bahwa Anda memiliki 40 hari bebas bunga setelah tanggal transaksi, melainkan bahwa periode penagihannya adalah 40 hari.

3. Perhatikan biaya kartu tahunan

Biaya kartu tergantung dari jenis kartu yang digunakan apakah silver, gold atau platinum. Makin tinggi jenis kartu maka makin besar biaya kartu yang dibebankan secara tahunan kepada nasabahnya.

Perhatikan juga, bahwa Anda harus meraskan manfaat kartu tersebut dan jangan hanya sebagai gagah-gagahan atau sekadar jaga-jaga karena biaya kartu tahunan relatif lumayan mahal berkisar antara 300 ribu-600 ribu.

4. Manfaatkan penawaran khusus

Untuk menarik minat pengguna kartu, seringkali bank yang menawarkan bunga awal yang rendah, uang tunai, bahkan pengalihan tagihan dengan biaya rendah. Poin penting yang perlu dicek untuk setiap tawaran program ini adalah tanda bintang (*) yang ada di bagian bawah program dengan tulisan kecil yang isinya syarat dan ketentuan berlaku.

Jangan terkecoh karena banyak tawaran yang terlihat menguntungkan di awal saja. Setiap tawaran program selalu ada ketentuan-ketentuan kartu yang sifatnya lebih permanen, dan tawaran mana yang tidak bisa dinikmati selamanya.

5. Perhatikan ketentuan pembayaran minimum dan penalti

Biasanya ketentuan pembayaran minimum dan denda penalti dari penerbit kartu relatif sama dan sayangnya banyak pemakain kartu yang tidak tahu atau malas memahami ketentuan ini.

Setiap kartu kredit mensyaratkan pembayaran minimum yang harus dilakukan, biasanya dalam bentuk persentase tertentu dari tagihan yang tertunggak. Sebaiknya hindari metode bayar seperti ini karena jika pembayaran minimum tidak dipenuhi pada waktunya, maka perusahaan penerbit akan menambahkan tagihan berupa denda alias penalti. Nilai denda dan bunganya relatif besar.

6. Nikmati poin dan hadiah

Hampir sama seperti nomor 4, untuk menarik minat pengguna kartu mau menggunakan kartu banyaknya, bank biasanya menawarkan fitur point reward atau cashback. Perhatikan lebih lanjut ketentuan yang digunakan karena tak jarang tawaran ini disertai biaya, dan ada juga yang tidak. Saat mendapatkan tawaran program tanyakan lebih lanjut apakah ada poin hadiah yang bisa diperoleh serta biayanya jika ada.

7. Gunakan kartu kredit sesuai spesialisasinya

Kalau Anda cermat, sebenarnya kartu kredit didesain dengan kelebihan di satu bidang. Misalnya, ada kartu kredit khusus belanja, ada yang untuk travel, dan lainnya jika bisa memanfaatkan kartu kredit sesuai dengan spesifikasinya, maka banyak program menarik yang bisa didapatkan, misalnya diskon atau tiket pesawat gratis.

8. Kritis dan cerdas dalam memilih kartu kredit

Penerbit kartu lebih cenderung bicara tentang omset dan pertumbuhan pengguna kartu daripada menjelaskan produk mereka ke nasabah.  Hal ini jadi terbawa sampai ke lapangan sehingga tidak semua perusahaan kartu kredit mewajibkan salesnya memberi penjelasan selengkap-lengkapnya bagi calon pengguna kartu kredit.

Anda bisa tebak apa yang akan terjadi jika muncul masalah atau keluhan nasabah. Hal ini banyak terjadi akibat ketentuan dan persyaratan kartu kredit sering tidak dibaca terlebih dahulu. Sebagai pengguna kartu kredit, ada baiknya Anda teliti dan cerdas. Karena kartu kredit ibarat aset yang harus dikelola dengan baik.

sumber : http://bisnis.news.viva.co.id/news/read/689783-sebelum-pilih-kartu-kredit–perhatikan-tujuh-hal-ini