EQUITY WORLD FUTURES – Teamwork terbentuk berupaya keras dalam menghasilkan kinerja yang lebih baik daripada jika kinerja ini diupayakan oleh individu secara sendiri-sendiri. Walaupun terkadang kenyataannya tim yang dibentuk tidak mampu membuahkan hasil yang lebih baik dari pada hasil kerja individu jika bekerja sendiri. Kinerja tim dalam perusahaan sebenarnya tidak hanya bergantung kepada para anggota saja, namun melibatkan pemimpin perusahaan terutama pemimpin tim.Terbentuknya kerjasama tim yang baik dipelopori oleh peranan seorang pemimpin dalam mengatur anggotanya.

Setiap anggota ditempatkan sesuai dengan potensi dan kecakapan yang dimiliki masing-masing individu, agar mereka dapat memberikan nilai tambah terhadap kinerja timnya. Oleh karena itu, seorang pemimpin wajib memahami potensi dan keterampilan dari para karyawannya. Pelatihan dan evaluasi biasanya dilakukan terhadap setiap anggota dengan berfokus kepada keterampilan, pengetahuan, disiplin, potensi, motivasi, dan emosi agar dapat menyatu dan memahami visi dan tujuan perusahaaan.

Namun tidak hanya anggota, seorang pemimpin tim dalam membimbing anggotanya harus mempunyai aturan yang dipegang agar apa yang disampaikan mendapat respon yang cepat dari anggotanya sehingga kerjasama tim yang diinginkan tercapai. Aturan tersebut adalah:

  • Konsistensi: seorang pemimpin tim yang terus berubah pikiran akan membuat frustasi anggotanya. Oleh karena itu, dalam berkomunikasi atau menyampaikan informasi dan perintah, seorang pemimpin harus konsisten agar para anggotanya dapat mengandalkan ucapan pimpinannya.
  • Kejelasan: pemimpin yang membuat para anggota terpukau dengan kelugasannya lebih baik dari pada menarik perhatian anggota dengan kepandaian yang dimiliki. Jika anggota tim tidak mengetahui maksud yang dinginkan, mereka tidak akan bisa menjalankan perintah pimpinannya.
  • Kesopanan: bersikap sopan terhadap semua anggota tim, apapun jabatan dan pengalamannya mereka layak untuk dihormati. Jika seorang pemimpin bersikap sopan terhadap bawahannya, anggota akan merasa senang dan secara tidak langsung mengajarkan tatakrama terhadap anggota lainnya.

Membuat pribadi seseorang berubah menjadi seorang yang bisa diandalkan untuk mengemban tugas-tugas yang diberikan tidak terjadi dalam waktu yang singkat. Dibutuhkan waktu untuk membentuk kerjasama tim lebih menyatu.Untuk mengawali proses tersebut pimpinan harus melakukan evaluasi terhadap anggota timnya. Evaluasi tersebut melalui tindakan antara lain:

  1. Melihat tim secara menyeluruh

Teamwork dibentuk diawali dengan visi dan tujuan yang jelas, tanpa tujuan tim hanya berjalan ditempat dan kemungkinan bisa berakhir kapanpun. Namun jika seluruh anggota dalam tim menjalankan kerja untuk mewujudkan visi dan tujuan mereka, maka besar harapan akan terbentuk tim yang efektif.

  1. Menilai kondisi

Memantau kondisi tim akan membantu pemimpin menemukan sampai dimana posisi anggota tim dari tujuan. Bagi para anggota yang bersungguh-sungguh dalam membangun tim, seberapa besarnya tugas yang diberikan tidak akan membuat mereka lamban, tidak merasa khawatir terhadap besarnya tantangan yang dihadapi, serta dengan mudah menyusun strategi untuk mewujudkan visi perusahaan.

  1. Menyiapkan sumber daya yang dibutuhkan

Terwujudnya kerjasama tim yang baik didukung oleh sumber daya didalamnya. Bukan hanya kuantitas yang dibutuhkan melainkan anggota yang dibentuk harus memiliki kualitas yang baik. Tidak masalah memiliki tujuan dan visi yang besar jika didukung dengan anggota yang memiliki kemampuan yang baik. Selain itu kemajuan tidak akan terjadi tanpa dukungan fasilitas, peralatan dan dana  yang cukup.

Sebagai seorang pemimpin melatih para anggota adalah hal terpenting untuk mewujudkan visi yang berhasil. Dengan begitu bisa memiliki tujuan yang jelas, sumber daya yang berkualitas, rencana yang akurat, dan menjadi pemimpin yang luar biasa. Sebaliknya, jika tidak memiliki anggota yang sesuai, kinerja tim hanya akan berjalan di tempat.