Equityworld Futures : Emas masih digelayuti tren bearish di tengah prospek peningkatan suku bunga acuan Amerika Serikat dan perlambatan perekonomian global. Harganya bahkan diprediksi bisa melemah ke bawah US$1.000/troy ounce pada 2015.

Kombinasi 2 faktor itu akan membuat emas kian ambruk. Emas di tahun 2015 bisa bisa saja ke US$900/troy ouce. Apalagi kalau rupiah melemah.

Kenaikan suku bunga AS diyakini bisa mengerek nilai dolar AS terhadap mata uang lainnya. Hal ini lantas akan mengurangi minat pasar terhadap emas sebagai safe haven lantaran dolar dipandang lebih menarik dan prospektif di tengah perbaikan ekonomi Negeri Paman Sam itu.

Di sisi lain, dari kondisi supply and demand perlambatan ekonomi Negeri Panda ikut menggerus permintaan. China tercatat menggeser posisi India sebagai konsumen emas terbesar di dunia pascabeleid pembatasan importasi emas oleh India untuk mempersempit defisit neraca transaksi berjalannya.