Equityworld Futures : Lebih dari sebulan usai kenaikan harga premium, publik di Indonesia harus sudah bersiap dengan kebijakan baru. Pemerintah Joko Widodo-Jusuf Kalla memastikan akan mengeluarkan kebijakan tersebut hari ini.

“Akan ada kebijakan baru, besok diumumkan. Sudah oke, besok jam 9 ya di kantor saya,” kata Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil di kantor wakil presiden, Jakarta, seperti dikutip Equityworld Futures dari laman Merdeka.com, Rabu, 31 Desember 2014.

Pemerintah memang diketahui tengah menfinalisasi kebijakan baru mekanisme subsidi BBM. Aturan ini akan berdampak pada revisi harga BBM yang rencananya mulai diterapkan pada 1 Januari 2015.

“Pokoknya masyarakat beli BBM akan dengan harga baru di 1 Januari, pokoknya nanti liat dulu,” ucap Sofyan di suatu kesempatan.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro juga memastikan kebijakan BBM baru akan diumumkan dalam waktu dekat.

Hingga saat ini, belum ada kejelasan mengenai kebijakan baru subsidi BBM yang akan dibuat pemerintah.

Pemerintah masih menyimpan rapat apakah akan ada kenaikan harga BBM atau justru turun mengikuti fluktuasi harga minyak mentah dunia.

Publik juga menunggu jenis BBM bersubsidi yang akan mengalami perubahan harga di awal tahun depan tersebut.

Sebelumnya, Kepala Komite Reformasi Tata Kelola Migas, Faisal Basri pernah menyarankan kepada pemerintah untuk menghapuskan jenis BBM premiium.

Sebagai pembeli terbesar RON88 di dunia, Indonesia dianggap tidak memiliki kuasa atas penetapan harga transaksi minyak bursa Singapura (MOPS) untuk Mogas92 alias acuan harga bensin RON88.

Sebagai gantinya, komite bentukan pemerintah baru Joko Widodo ini mengusulkan agar Indonesia hanya menggunakan BBM beroktak 92 atau pertamax.