Equityworld Futures : Sebagian besar pasar saham Asia dibuka menguat pada hari ini, Kamis 11 September 2014, mengikuti jejak dari bursa Wall Street yang berakhir positif semalam. Saham Korea Selatan underperformed, bursa Seoul baru kembali memulai perdagangan usai libur panjang.

Seperti diberitakan CNBC, sentimen positif di pasar Asia didorong saham-saham AS yang menguat pada penutupan perdagangan Rabu di Wall Street, dengan saham media sosial mengangkat sektor teknologi karena investor bereaksi terhadap rencana Federal Reserve terkait rencana menaikkan suku bunga.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,3 persen, sedangkan indeks S&P 500 naik 0,4 persen, rebound dari penurunan terbesar dalam sebulan. Adapun indeks teknologi berat Nasdaq naik 0,8 persen.

Pasar Asia menyoroti keputusan bank-bank sentral. Bank Indonesia diharapkan tidak mengubah kebijakannya untuk mempertahankan suku bunga acuan pada level 7,5 persen. Namun bank sentral Filipina tampaknya akan mengetatkan kebijakan moneter.

Reserve Bank of New Zealand mempertahankan suku bunga pada level 3,5 persen dan mengisyaratkan bahwa hal itu dapat memperlambat laju pengetatan moenter lebih lanjut kaena menilai dampak nilai ekspor yang melemah dan inflasi perumahan yang mereda.

Tiongkok diperkirakan akan merilis data inflasi Agustus hari ini. Inflasi harga konsumen tahunan (CPI) diprediksi menurun ke level 2,2 persen dari posisi 2,3 persen pada Juli, jauh dibawah target pemerintah sebesar 3,5 persen.

Sementara itu India akan merilis data neraca perdagangan Agustus.

Indeks Nikkei di bursa Tokyo pagi ini menguat 0,6 persen. Indeks acuan pasar saham Jepang ini memasuki kemenangan beruntun untuk sesi keempat, ditopang oleh pelemahan yen ke level 106,8 terhadap dolar AS.

Saham eksportir Jepang melanjutkan reli. Sony naik 1,5 persen, sementara Suzuki Motor dan Nissan Motor masing-masing melonjak hampir 1 persen.

Pialang juga akan mencermati laporan bahwa Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe dan Gubernur Bank of Japan Haruhiko Kuroda akan mengadakan pertemuan pada hari ini untuk bertukar pandangan mengenai keadaan ekonomi.

Pertemuan pertama mereka menyusul data yang dirilis Senin lalu, di mana  laju ekonomi Jepang melambat dengan pertumbuhan pada April-Juni menyusut 7,1 persen dari kuartal sebelumnya. Capaian ini lebih buruk dari perkiraan awal.

Sementara itu, indeks S&P ASX 200 di bursa Sydney naik 0,2 persen. Indeks patokan pasar saham Australia ini dibuka menguat, setelah berakhir jatuh ke level terendahnya dalam rekor tiga pekan terakhir pada hari Selasa.

Sektor pertambangan tetap menjadi fokus di tengah turunnya harga bijih besi.  Fortescue Metals merosot 0,2 persen, sedangkan Rio Tinto naik 0,6 persen.

Indeks Kospi di bursa Seoul turun 0,1 persen. Indeks utama pasar saham Korea Selatan ini kembali diperdagangkan pada hari Kamis setelah ditutup selama tiga hari terakhir karena libur perayaan Festival Pertengahan Musim Gugur.

Saham Hyundai Motor anjlok hampir 2 persen, sedangkan Youngone turun 0,5 persen.

© VIVA.co.id