PT Equityworld Futures – Empat polisi tewas akibat perbuatan penembak jitu di Kota Dallas, Amerika Serikat.

Insiden itu berlangsung di tengah protes penduduk kepada penembakan satu orang laki-laki kulit hitam oleh polisi.

Sebanyak saksi mata menyampaikan nada letusan senjata terdengar saat para pengunjuk rasa menggelar pawai ditengah kota.

Sontak para peserta pawai bubar & mencari lokasi berlindung.

Kepala Polisi Dallas, David Brown, mengemukakan pencarian “intensif” tengah dilakukan buat mencari tersangka penembakan.

Tidak Cuma menewaskan empat polisi, tersangka mencederai enam Pegawai.

Equityworld Futures: Disaat ini, dua polisi menjalani operasi & dua yang lain dalam keadaan kritis.

Terkecuali menewaskan tiga polisi, tersangka mencederai tujuh Pegawai. sekarang ini, dua polisi menjalani operasi & dua yang lain dalam keadaan kritis.

Protes pada polisi AS mengemuka sehari hri sesudah kematian dua penduduk kulit hitam, Philando Castile di Minnesota & Alton Sterling di Louisiana.

Kepada Rabu (06/07), Philando Castile, terlihat ditembak polisi & selanjutnya darah ke luar dari tubuhnya.

Kekasih Castile merekam kejadian diwaktu polisi masih mengarahkan senjata & menyiarkannya cepat di internet.

Di dalam mobil pun terdapat satu orang anak yg menonton histori itu.

Baca: Amerika Serikat Beri Sanksi Untuk Kim Jong-un

Penembakan kepada masyarakat kulit hitam oleh polisi memicu tindakan protes di beraneka ragam ruang di AS.

Sehari diawal mulanya, Alton Sterling, ditembak mati oleh polisi di Baton Rouge, Negeri Sektor Louisiana.

Presiden AS Barack Obama berpendapat insiden seperti itu tidak harusnya memecah belah polisi & warga yg dilayani polisi.

“Yang terang penembakan-penembakan fatal ini bukan insiden tersendiri,” tuturnya.

oleh sebab itu, menurut Obama, seluruh pihak mesti bekerja sama utk menghilangkan perbedaan-perbedaan.