Equityworld Futures : Indeks saham utama Amerika Serikat sebagian besar ditutup menguat, pada akhir perdagangan Jumat pekan lalu waktu New York, dengan indeks Dow Jones Industrial Average kembali mencetak rekor.

Seperti dikutip dari laman CNBC, Senin, 22 September 2014, hal ini dipicu oleh sambutan investor terhadap debut pertama kali penawaran umum saham perdana (Initial Public Offering/IPO) Alibaba dan Skotlandia memutuskan tetap berada di Inggris Raya setelah hasil pemungutan suara diumumkan.

“Ini adalah kombinasi pasar menyambut perdagangan pertama Alibaba dan pemungutan suara di Skotlandia,” ujar Paul Nolte, Senior Vice President, Portfolio Manager Kingsview Asset Management.

Mengawali debutnya melantai di Bursa New York, saham Alibaba melonjak drastis. Alibaba dinobatkan menjadi hasil IPO termahal yakni US$22 miliar.

Saham Oracle melemah, sehari setelah co-founder Oracle, Larry Ellison mengundurkan diri sebagai CEO. Sedangkan saham Concur Technologies melonjak setelah SAP mengatakan akan membeli perusahaan itu seharga US$7,4 miliar.

Indeks Dow Jones Industrial Average berakhir menguat 13,75 poin (0,1 persen) ke level 17.279,74, dengan saham Microsoft yang paling mendapatkan keuntungan hingga 18 dari 30 komponen utama indeks. Sepanjang pekan lalu, indeks Dow Jones menguat 1,7 persen.

Sementara itu, indeks S&P 500 menguat pada akhir perdagangan Jumat pekan lalu  ke level 2.010,40. Sepanjang pekan lalu, indeks menguat 1,3 persen dibandingkan pekan sebelumnya.

Adapun indeks Nasdaq menyusut 13,64 poin (0,3 persen) ke level 4.579,79, setelah sebelumnya naik ke level tertinggi sejak Maret tahun 2000.

The CBOE Volatilitas Index (VIX), yang secara luas dianggap sebagai ukuran terbaik dari kecemasan di pasar, levelnya naik 0,7 persen menjadi 12,11.

Volume saham yang diperdagangkan di Bursa Efek New York hampir mencapai 1,8 miliar unit saham dengan volume komposit mendekati 4,9 miliar unit saham. (ms)

© VIVA.co.id