Equityworld Futures : Rilis kenaikan cadangan devisa Indonesia dari US$111,86 miliar di Desember 2014 menjadi US$114,25 miliar di Januari 2015 akan menjadi tenaga penggerak rupiah untuk melanjutkan pergerakan positifnya pada perdagangan Senin, 9 Februari 2015.

Akhir pekan lalu, rupiah ditutup di zona hijau dengan kenaikan 40 poin atau 0,32 persen dibanding sehari sebelumnya di level Rp12.613 per dolar AS (kurs tengah BI).

Menurut Kepala Riset PT Woori Korindi Securities Indonesia, Reza Priyambada, setidaknya sentimen positif dari cadangan devisa tersebut dapat mengimbangi sentimen negatif dari rilis pertumbuhan GDP (produk domestik bruto) 2014 yang melambat dibandingkan tahun 2010. Dengan demikian, dari data tersebut cukup mampu mendorong laju rupiah dapat tetap terapresiasi.

“Kebetulan, mobilitas dolar AS juga sedang melambat seiring respons negatif pelaku pasar terhadap membesarnya defisit neraca perdagangan AS. Sebelumnya sebesar US$39,75 miliar menjadi US$46,56 miliar,” tuturnya kepada VIVA.co.id melalui pesan singkat.

Menurut Reza, rupiah akan bergerak di atas target level resistance (batas atas) Rp12.650 per dolar AS. Artinya, lanjutnya, rupiah diharapkan dapat kembali melanjutkan penguatannya dengan memanfaatkan masih melemahnya dolar AS.

“Tetap cermati setiap potensi perubahan,” jelasnya. Reza pun memperkirakan, rupiah masih akan bergerak di kisaran Rp12.609-Rp12.620 per dolar AS.

 

@Viva.co.id