Bursa saham China dan Hong Kong kompak berada di zona merah mengikuti pergerakan bursa utama Asia lainnya. Harga minyak yang berbalik ke bawah $30 per barel kembali memicu aksi jual di bursa.

Pelaku pasar mengabaikan berita yang menyebutkan People’s Bank of China menyuntikkan dana paling besar dalam tiga tahun terakhir ke pasar finansial melalui operasi pasar terbuka, untuk mengatasi ketatnya likuiditas jelang libur Tahun Baru Imlek.

Aksi jual di bursa saham dimulai di pasar Eropa pada hari Senin kemarin, kemudian berlanjut di pasar AS dan merembet ke pasar Asia hari ini.

Hang Seng Hong Kong yang memimpin penguatan bursa Asia Senin kemarin harus kehilangan 1,8% menjadi 18992,54 hingga pukul 11.03 WIB, sementara Shanghai Composite China turun 2,09% menjadi 2877,11

Hang Seng Futures open gap down dan diperdagangka dikisaran 18972