Equityworld Futures :

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam  sepekan ke depan, diperkirakan berada pada rentang support 5.130-5.138 dan resisten 5.197-5.235. Pola inverted hammer di atas area upper bollinger band (UBB).  Moving Average Convergence-Divergence (MACD) cenderung death cross dengan histogram negatif yang mendatar. Relative Strength Index (RSI), Stochastic, dan Williams %R cenderung bergerak menurun.

Laju IHSG di bawah area target support (5.150-5.175) dan belum mampu mendekati area target resisten (5.235-5.255).  Tampaknya pasca mendaki hingga sempat melampaui level 5.200, laju IHSG terlihat mengalami tekanan di tengah harapan masih akan berlanjutnya penguatan.

Pada perdagangan sepekan terakhir, IHSG  melemah 68,29 poin (1,30%) ke posisi 5.148,38 pada pekan yang berakhir Jumat (16/1) dibandingkan akhir pekan sebelumnya di angka 5.216,67.  Bursa domestik berpeluang melanjutkan pelemahan jika aksi-aksi profit taking lebih besar. Tetap cermati setiap sentimen dan perubahan yang terjadi.  Adapun data-data ekonomi yang berpengaruh ke sentiment pasar pekan ini adalah:  Indonesia: GDP growth rate, China: House price index yoy, urban investment, GDP growth rate, industrial production, retail sales, fixed asset investment, HSBC manufacturing index.

Untuk sejumlah saham yang layak dipertimbangkan antara lain:  PT Bank Jabar Banten, PT Surya Citra Media, PT Matahari Departement Strore,  PT Hanson International,  PT Waskita Karya,  PT Unilever Indonesia,  PT Summarecon Agung,  PT Bank Central Asia, PT Wijaya Karya Beton,  PT Adi Sarana Armada, dan  PT Malindo Feedmill.