Equityworld Futures : Pada perdagangan Rabu (21/1) nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta bergerak menguat sebesar 118 poin menjadi Rp 12.458 dibanding sebelumnya Rp  12.576 per dolar AS.  Faktor eksternal lebih dominan mempengaruhi laju mata uang rupiah terhadap dolar AS. Sementara pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tembus level 5.200 setelah menanjak 49 poin. Masifnya  aksi beli investor asing mendorong indeks naik tinggi.  Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG naik 10,261 poin (0,20%) ke level 5.176,351. Bursa regional yang rata-rata positif memberi dorongan.

Selain itu, BoJ mempertahankan rencananya untuk menambah stimulus keuangan untuk mencapai target inflasi hingga 2 persen. Hal itu mendorong mata uang yen menguat terhadap dolar AS. Penguatan yen Jepang cukup berdampak positif pada laju rupiah.  Di sisi lain,   faktor ambil untung setelah dolar AS menguat dalam beberapa hari terakhir menambah dorongan bagi nilai tukar rupiah menguat lebih tinggi pada Rabu (21/1) ini.

Penguatan mata uang rupiah diproyeksikan bersifat jangka pendek karena faktor neraca perdagangan dan transaksi berjalan Indonesia yang masih defisit. Dalam jangka menengah-panjang pergerakan mata uang rupiah masih dipengaruhi oleh kinerja neraca perdagangan dan transaksi berjalan Indonesia. Sepanjang masih mencatatkan defisit maka rupiah akan berada di dalam tren pelemahan.

Masih defisitnya neraca perdagangan dan transaksi berjalan Indonesia itu dipicu oleh kondisi perekonomian global yang melambat, terutama Tiongkok sehingga mempengaruhi kinerja ekspor Indonesia.  Kurs tengah Bank Indonesia pada Rabu (21/1) ini tercatat mata uang rupiah bergerak menguat menjadi Rp 12.557 dibandingkan hari sebelumnya, Selasa (20/1) di posisi Rp 12.659 per dolar AS.

Dari bursa saham, menutup perdagangan Sesi I, IHSG naik tipis 0,634 poin (0,01%) ke level 5.166,724. Perdagangan belum terlalu ramai.  Saham-saham unggulan berlomba-lomba menguat berkat aksi beli investor asing. Akhirnya hanya dua sektor saja yang melemah yaitu sektor pertambangan dan industri dasar.  Pada akhir perdagangan, Rabu (21/1), IHSG ditutup melaju 49,176 poin (0,95%) ke level 5.215,266. Sementara Indeks LQ45 ditutup melonjak 11,925 poin (1,34%) ke level 902,825.  Transaksi investor asing hingga sore hari ini terpantau melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 218 miliar di pasar reguler dan negosiasi.

Tercatat perdagangan  kemarin  berjalan ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 234.176 kali dengan volume 5,206 miliar lembar saham senilai Rp 6,26 triliun. Sebanyak 162 saham naik, 144 turun, dan 80 saham stagnan.  Dipangkasnya proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia oleh IMF tidak banyak mempengaruhi pelaku pasar. Bursa-bursa di Asia ratar-rata bisa ditutup positif sore ini.

Sementara situasi dan kondisi bursa regional sore ini:  Indeks Nikkei 225 turun 85,82 poin (0,49%) ke level 17.280,48, Indeks Hang Seng melonjak 401,42 poin (1,68%) ke level 24.352,58, Indeks Komposit Shanghai melesat 150,56 poin (4,74%) ke level 3.323,61, dan  Indeks Straits Times naik 7,10 poin (0,21%) ke level 3.341,12.