Equityworld Futures : Pada perdagangan Rabu (4/2) nilai tukar Rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta bergerak menguat sebesar 65 poin menjadi Rp 12.592 dibandingkan sebelumnya di posisi Rp 12.657 per dolar AS.  Kurs Rupiah melanjutkan penguatannya terhadap dolar AS. Sementara  pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mendekati  rekor baru jika tidak melambat di perdagangan Sesi II. Indeks masih sempat cetak rekor intraday tertinggi di 5.348.  Rekor intraday IHSG sebelumnya ada di level 5.325,039 pada Jumat 23 Januari 2015 lalu. Pada transaksi kemarin,  tadi rekor tersebut langsung terpecahkan dengan posisi tertinggi 5.348,841.

Merujuk keterangan pers Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan menyebutkan pemerintah menyerap dana sebesar Rp 16 triliun dari lelang empat seri obligasi negara untuk memenuhi sebagian pembiayaan dalam APBN, dengan total penawaran yang masuk mencapai Rp 40,23 triliun. Lelang ini melebihi target indikatif yang ditetapkan sebelumnya sebesar Rp 12 triliun.  Jumlah lelang yang melebihi target itu menandakan kepercayaan investor terhadap ekonomi Indonesia. Pembangunan infrastruktur yang menjadi fokus pemerintah akan menopang perekonomian secara jangka panjang.

Dari faktor eksternal,  proposal utang baru Yunani yang tidak akan menghapus bukukan utang-utangnya menambah sentimen positif pasar keuangan di negara-negara berkembang salah satunya Indonesia.  Kebijakan Yunani tersebut melegakan para kreditur dan pelaku pasar keuangan dan memunculkan euforia di pasar keuangan yang mendorong peralihan portofolio dari instrumen ’safe haven’ seperti dolar AS ke instrumen yang lebih berisiko.  Meski demikian, penguatan rupiah terhadap dolar AS masih bersifat jangka pendek.

Diharapkan mencatatkan surplus sehingga tidak mengubah tren rupiah yang sedang berada dalam tren penguatan jangka pendek.  Seiring penguatannya di transaksi antarbank di Jakarta, pada kurs tengah Bank Indonesia  (BI) mata uang lokal ini juga bergerak menguat menjadi Rp12.609 dibandingkan hari sebelumnya, Selasa (3/2) di posisi Rp 12.643 per dolar AS.

Dari bursa saham, menutup perdagangan Sesi I, IHSG menguat 31,552 poin (0,60%) ke level 5.323,270. Saham-saham unggulan langsung jadi sasaran aksi beli.  Saham-saham berbasis agrikultur, konsumer, dan konstruksi kena aksi jual memasuki perdagangan Sesi II. Aksi jual banyak dilakukan investor domestik.  IHSG ditutup naik 23,566 poin (0,45%) ke level 5.315,284. Sementara Indeks LQ45 ditutup tumbuh 6,760 poin (0,74%) ke level 920,349.  Tercatat Indeks belum berhasil mencetak rekor baru. Rekor tertingginya terakhir kali diraih pada penutupan perdagangan Jumat 23 Januari 2015 di level 5.323,885 setelah melonjak 70,702 poin (1,35%).

Investor asing berburu saham bank berkapitalisasi besar. Transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 873,441 miliar di seluruh pasar.  Perdagangan hari ini berjalan sangat ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 280.712 kali dengan volume 6,609 miliar lembar saham senilai Rp 8,294 triliun. Sebanyak 128 saham naik, 153 turun, dan 102 saham stagnan.  Bursa-bursa di Asia tak lagi kompak menguat setelah bursa saham Tiongkok terkena aksi ambil untung dan jatuh ke zona merah.

Sementara  situasi dan Kondisi bursa regional sore ini:  Indeks Nikkei 225 melonjak 342,89 poin (1,98%) ke level 17.678,74, Indeks Hang Seng naik 124,98 poin (0,51%) ke level 24.679,76, Indeks Komposit Shanghai melemah 30,78 poin (0,96%) ke level 3.174,13, dan  Indeks Straits Times menguat 9,49 poin (0,28%) ke level 3.417,51.