Equityworld Futures : Pergerakan nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Kamis (23/4) sore, bergerak menguat tipis sebesar delapan poin menjadi Rp 12.947 dibandingkan sebelumnya di posisi Rp 12.955 per dolar AS.  Kurs rupiah bergerak menguat tipis karena masih dibayangi oleh sentimen global yang masih mendukung penguatan dolar AS, Sementara  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan dengan landai  setelah muncul aksi jual di penghujung perdagangan. Indeks yang seharian positif akhirnya ditutup di zona merah.  Indeks berhasil menghindari zona merah hingga siang hari ini. Investor asing masing terus melepas saham, menghambat laju penguatan IHSG.

Harga minyak dunia yang cenderung masih berada dalam area tekanan seiring dengan bertambahnya persediaan minyak di AS serta masih melambatnya ekonomi Tiongkok membayangi laju rupiah.  Penurunan harga minyak di pasar dunia akan memberikan dorongan pada dolar AS. Turunnya harga minyak itu seiring dengan pengakhiran serangan Arab Saudi terhadap Yaman sehingga membuat laju dolar AS menguat dan dapat berimbas pada laju rupiah ke depannya.

Penguatan rupiah masih dibatasi oleh data penjualan rumah kedua Amerika Serikat untuk bulan Maret lebih bagus dibandingkan ekspektasi kalangan analis.  Di pasar valas global, pergerakan dolar AS menguat terhadap mayoritas mata uang, situasi itu membuat penguatan rupiah terbatas. Di sisi lain, data perumahan Amerika Serikat juga menjadi salah satu pertimbangan bagi bank sentral AS (the Fed) untuk menaikkan suku bunga acuannya (Fed fund rate).  Kurs tengah Bank Indonesia pada Kamis (23/4) ini tercatat mata uang rupiah bergerak menguat menjadi Rp 12.939 dibandingkan hari sebelumnya, Rabu (22/4) di posisi Rp 12.952 per dolar AS.

Dari bursa saham, menutup perdagangan Sesi I, IHSG naik tipis 5,203 poin (0,10%) ke level 5.442,322. Aksi beli investor domestik memberi sentimen positif.  Saham-saham konsumer naik tinggi berkat aksi beli investor domestik. Sayangnya tidak semua sektor bisa menguat, ada enam sektor yang terkena aksi ambil untung.  Menutup  perdagangan, Kamis (23/4), IHSG ditutup menipis 0,910 poin (0,02%) ke level 5.436,209. Sementara Indeks unggulan LQ45 ditutup naik tipis 0,781 poin (0,08%) ke level 948,842.  Dana asing kembali hengkang dari lantai bursa. Transaksi investor asing tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 755,884 miliar di seluruh pasar.

Sedangkan  situasi dan kondisi bursa regional sore kemarin, antara lain:  Indeks Nikkei 225 naik 53,75 poin (0,27%) ke level 20.187,65, Indeks Hang Seng turun 106,15 poin (0,38%) ke level 27.827,70, Indeks Komposit Shanghai menguat 16,01 poin (0,36%) ke level 4.414,51, dan  Indeks Straits Times bertambah 6,00 poin (0,17%) ke level 3.502,24