Equityworld Futures : Pada perdagangan Rabu (15/1) nilai tukar Rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta  bergerak melemah sebesar 11 poin menjadi Rp 12.591 dibanding posisi sebelumnya Rp 12.580 per dolar AS.  Sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpangkas 54 poin mengikuti jatuhnya bursa-bursa regional. Lemahnya harga minyak dan komoditas lain memberi sentimen negatif.  Indeks tak bertahan lama di zona hijau. Aksi jual investor asing memaksa Indeks jatuh ke teritori negatif, setelah itu sulit balik lagi ke zona hijau.

Pelaku pasar khawatir terhadap perbaikan defisit neraca perdagangan Indonesia akan terhambat dikarenakan ekspor Indonesia masih didominasi oleh hasil komoditas.  Menurunnya harga komoditas akan berpengaruh negatif bagi kinerja ekspor Indonesia. Pelaku pasar uang juga sedang menanti kebijakan Bank Indonesia (BI)  terkait tingkat suku bunga acuan (BI rate) yang sedianya akan diumumkan pada Kamis 15 Januari pekan ini.  Sementara itu,  sentimen alih risiko dari aset negara berkembang ke safe haven masih terjadi.

Pelemahan pasar saham dan semakin terpuruknya harga minyak dunia menggiring investor masuk ke aset safe haven.  Dari Amerika Serikat,  akan dirilis data ekonomi penjualan ritel untuk bulan Desember 2014. Diproyeksikan, data itu mengalami kenaikan dibandingkan bulan sebelumnya sehingga dolar AS kembali mempertahankan penguatannya.  Kurs tengah Bank Indonesia (BI) pada Rabu (14/1) ini tercatat mata uang rupiah bergerak menguat menjadi Rp 12.580 dibandingkan hari sebelumnya, Selasa (13/1) di posisi Rp 12.608 per dolar AS.

Dari bursa saham, menutup perdagangan Sesi I, IHSG menipis 0,687 poin (0,01%) ke level 5.213,672. Indeks bergerak fluktuatif dalam rentang yang sempit.  Investor asing masih terus melepas saham. Sejak awal tahun ini pemodal asing sudah mencatat penjualan bersih senilai Rp 268,7 miliar.   Pada akhir perdagangan, Rabu (14/1), IHSG terjun 54,691 poin (1,05%) ke level 5.159,668. Sementara Indeks LQ45 menukik 10,618 poin (1,18%) ke level 886,936.  Saham-saham unggulan jadi sasaran aksi jual. Investor asing semakin semangat melepas saham sehingga tak satu pun sektor yang bisa menguat.

Tercatat transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 623,24 miliar di seluruh pasar. Sedangkan di pasar reguler sebesar Rp 396,936 miliar. Perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 246.564 kali dengan volume 7,667 miliar lembar saham senilai Rp 5,439 triliun. Sebanyak 79 saham naik, 219 turun, dan 86 saham stagnan.

Sementara bursa di Asia kompak berjatuhan ke zona merah jelang penutupan perdagangan. Tak satu pun pasar saham yang bisa menguat.  Berikut situasi dan kondisi bursa regional sore ini: Indeks Nikkei 225 anjlok 291,75 poin (1,71%) ke level 16.795,96, Indeks Hang Seng melemah 103,37 poin (0,43%) ke level 24.112,60, Indeks Komposit Shanghai turun 12,86 poin (0,40%) ke level 3.222,44, dan  Indeks Straits Times berkurang 8,40 poin (0,25%) ke level 3.332,67.