Pada perdagangan Senin (6/10)  nilai tukar  rupiah berada di dalam area negatif menembus level Rp 12.200 per dolar AS. Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta  melemah 25 poin menjadi Rp 12.202 per dolar AS dibandingkan posisi sebelumnya Rp 12.177 per dolar AS.  Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ke level 5.000 setelah rebound 50 poin. Aksi beli selekif investor membuat Indeks positif di tengah perdagangan yang sepi.  Pada awal perdagangan pagi tadi, IHSG naik 25,858 poin (0,52%) ke level 4.975,204.

Pelemahan rupiah akibat sentimen global wajar seiring dengan pergerakan mayoritas mata uang emerging market akibat data tren ekonomi AS yang positif sehingga ekspektasi pasar terhadap suku bunga AS dapat dinaikkan lebih cepat.   Untuk saat ini sentimen domestik lebih mendominasi seiring dengan masih panasnya suhu politik di dalam negeri menyusul perebutan kursi pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).  Sentimen terhadap politik diharapkan bersifat sementara sehingga rupiah kembali pulih dengan cepat dan tekanannya tidak terlalu dalam.

Meski demikian,   Bank Indonesia (BI) cukup konsisten menjaga kestabilan mata uang domestik agar fluktuasinya stabil sehingga tekanan rupiah tidak tergerus lebih besar terhadap dolar AS.  BI akan mampu meningkatkan posisi devisa pada akhir bulan September. Bank sentral telah menyerap valas senilai US$ 3 miliar pada 30 September 2014.

Nilai tukar valas penting untuk meningkatkan ketahanan eksternal Indonesia untuk menghadapi risiko ketidakpastian domestik dan luar negeri ke depannya.  Seiring pelemahannya di transaksi antarbank di Jakarta, pada kurs tengah BI, mata uang domestik ini juga bergerak melemah menjadi Rp 12.212 per dolar AS, dibandingkan posisi sebelumnya di posisi Rp 12.144 per dolar AS.

Dari bursa saham, menutup perdagangan Sesi I, IHSG menguat 19,405 poin (0,39%) ke level 4.968,751 setelah terkena koreksi tajam pekan lalu. Indeks belum berhasil sentuh level 5.000.  Beberapa investor asing masih ada yang melepas saham, berlainan dengan investor domestik yang mulai melirik saham-saham unggulan. Titik tertinggi IHSG hari ini ada di level 5.006,339.

Pada akhir  perdagangan, Senin (6/10/2014), IHSG melaju 50,792 poin (1,03%) ke level 5.000,138. Sementara Indeks LQ45 menanjak 11,587 poin (1,39%) ke level 845,502.  Perdagangan hari ini berjalan sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 172.177 kali dengan volume 3,8 miliar lembar saham senilai Rp 3,8 triliun. Sebanyak 160 saham naik, 133 turun, dan 66 saham stagnan.

Adapun   bursa di Asia hari ini libur menyambut libur nasional. Aksi protes di Hong Kong yang mulai mereda membuat pasar saham setempat menanjak.  Berikut situasi dan kondisi bursa regional sore ini: Indeks Nikkei 225 melonjak 182,30 poin (1,16%) ke level 15.890,95 and  Indeks Hang Seng naik 250,48 poin (1,09%) ke level 23,315.04. [geng]