Equityworld Futures :

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan pagi ini dibuka melemah. Tak lama setelah pembukaan, IHSG bisa balik arah ke zona hijau.  Pelemahan IHSG tak berlangsung lama. Hingga pukul 09.09 waktu JATS, IHSG bergerak naik 10,869 poin (0,23%) ke 4.778,494. Sementara indeks unggulan  LQ45 naik 1,478 poin (0,16%) ke 839.717.  Mengawali perdagangan, Rabu (10/2), IHSG dibuka turun 3,497 poin (0,10%) ke 4.765,28. Sementara indeks LQ45 dibuka turun 10,916 poin (0,11%) ke 837.429.

Pada akhir perdagangan kemarin, IHSG ditutup melemah 30,321 poin (0,63%) ke 4.768,625. Sementara indeks LQ45 ditutup melemah 5,708 poin (0,68%) ke 838.239. Berdasarkan data perdagangan Reuters, dolar AS pagi ini dibuka melemah ke Rp 13.581, dibandingkan posisi kemarin di Rp 13.602.  Bursa saham Asia sebagian besar masih tutup dalam rangka libur Hari Raya Imlek. Namun, bursa saham Jepang dan Singapura sudah aktif kembali. Indeks Nikkei turun 394,23 poin (2,46%) ke 15.689,02. Indeks Straits Times turun 51,93 poin (1,98%) ke 2.572,36.

Sebagai informasi, harga surat utang negara (SUN) diperkirakan menguat pada perdagangan pekan ini. Salah satu pendorongnya, tingkat inflasi Januari yang ternyata di bawah ekspektasi pasar sehingga menimbulkan optimisme para pemodal.  Adapun tingkat imbal hasil (yield) SUN tenor 10 tahun diperkirakan berada pada level 8,32%.

Untuk sentimen global,  yang cukup berpengaruh adalah harga minyak global yang cenderung berada pada rentang USD 26-28 per barrel.  Sisi positifnya harga bahan bakar murah, namun negatifnya banyak perusahaan-perusahaan minyak di Amerika dan Eropa yang bangkrut. Ini juga berpengaruh pada bank-bank yang memberi pinjaman pada perusahaan-perusahaan tersebut.  Di sisi lain, lanjutnya, mata uang rupiah tidak ada tekanan yang berarti, dan diprediksi berada pada level Rp 13.900 per dolar AS.