Equityworld Futures :

Tanda-tanda kebangkitan emas sebagai tujuan pengaman investasi kembali mulai merebak setelah pada minggu lalu para manajer investasi telah menggandakan posisi beli dan tahan yang mereka lakukan pada emas batangan. Langkah ini dilakukan setelah tiga minggu sebelumnya harga mengalami penurunan tajam selama tiga pekan, tercatat sebagai penurunan tertajam dalam rentang waktu tiga minggu sepanjang catatan perdagangan emas. Saat ini para Investor mulai menambah posisi investasi emas dalam bentuk ETP, yang paling cepat dilakukan sepanjang tahun ini. Alhasil nilai ETP saat ini melonjak $3 milyar di tahun 2016.

Ditahun lalu, komoditi emas nampak diabaikan investor, bahkan kejadian teror yang menimpa Paris dibulan November tahun lalu dan negosiasi mengenai dana talangan, bailout Yunani pada Juli lalu juga tidak bisa membangkitkan emas sebagai tujuan pengaman investasi. Kali ini nampaknya pendulum telah bergeser, perhatian investor kepada kondisi ekonoi global yang mengkhawatirkan ditambah dengan kerugian besar di pasar saham, membuat investor melirik kembali kepada emas sebagai tujuan investasi.

Masalah-masalah geopolitik dengan bumbu ekonomi makro, telah membuat investor menaikkan tingkat resiko investasi. Investor butuh sesuatu yang bisa menenangkan dan menjauhkan dari permasalahan saat ini. Tentu saja, Emas akan tampil sebagai pengaman investasi yang baik dan dapat diandalkan.

Tahun lalu, harga emas mengalami penurunan sebesar 10% setelah para investor memilih sikap menunggu keputusan Bank Sentral AS terkait kenaikan suku bunganya. Untuk pertama kalinya, sejak 2006 akhirnya suku bunga AS dinaikkan pada Desember 2015. Pada awal tahun ini, Gubernur Bank Sentral AS wilayah Boston Eric Rosengren menyatakan bahwa bank sentral AS berpikir bahwa kebijakan untuk memperketat keuangan akan menimbulkan resiko, khususnya dikaitkan dengan upaya penumbuhan tingkat perekonomian AS.

Memang dengan naiknya suku bunga AS, daya pikat Emas sebagai tujuan investasi akan berkurang. Emas kurang bersaing dengan aset lain yang memberikan bunga imbal hasil dalam kandungan investasinya. Kedepannya, harga emas akan berkiblat pada perkembangan lebih jauh kondisi ekonomi Cina, fluktuasi pasar saha, dan suhu Geopolitik Timur Tengah. Gejolak yang terjadi akan membuat harga emas bergerak naik di kwartal ini sebelum emas akhirnya akan terpukul kembali oleh Dolar AS saat mata uang ini naik di akhir tahun.

Harga termurah emas selama lima tahun terakhir ini terjadi di bulan Desember tahun lalu, setelah Dolar AS menguat dan inflasi AS mengalami jumud, akibatnya daya pikat emas terpenggal. Sementara itu, hal yang tidak terduga adalah biaya hidup di AS juga mengalami penurunan tajam, akibat turunnya harga BBM saat ini. Dilain pihak, Cina masih terjebak dengan perlambatan pertumbuhan ekonominya. Jatuhnya harga minyak mentah saat ini ditambah dengan kurang kompetitifnya nilai tukar mata uangnya, membuat Cina membuka pintu kemungkinan devaluasi lebih lanjut guna menghindari deflasi global, ungkap George Soros kepada Bloomberg. Artinya, dalam jangka pendek terbuka kemungkinan membaliknya harga emas untuk naik kembali, paska aski jual dibursa saham dan komoditi minyak, pun demikian fundamentalnya tidak berubah, mengacu pada laju inflasi kembali.

Saat ini harga emas diperdagangkan dalam kisaran harga $1.096,30 per ons di bursa Comex, New York. Jika tidak ada koreksi tajam lagi di minggu terakhir bulan Januari ini, catatan perdagangan bulan ini akan menjadi yang pertama kalinya perdagangan sebulan berakhir positif sejak Agustus lalu. Menurut Komisi Perdagangan Berjangka AS, jumlah kontrak beli pada komoditi emas berjangka AS selama sepekan terakhir mencapai 1.934 Kontrak, naik dari sebesar 902 kontrak dalam sepekan sebelumnya, dibandingkan dengan rekor jumlah penjualan kontrak di akhir tahun lalu yang mencapai 24,263 kontrak, bisa menjadi sinyalemen kebangkitan aksi beli kembali ini bisa berlangsung lama. Setidaknya $926 juta telah digelontorkan investor masuk kedalam investasi emas berupa kepemilikan kontrak ETF di bulan Januari ini, menurut Bloomberg. Ini merupakan ekspansi terbesar secara bulanan dalam masa satu tahun terakhir ini. Kepemilikan ETP secara global diperkirakan mencapai 1.500 Metrik ton pada minggu lalu. Angka yang paling tinggi sejak November.

Memang Emas akan memiliki daya tarik bagi investor dibulan ini, menjadi tujuan investasi khususnya bagi para investor yang ingin menyeimbangkan portofolionya. Hal yang membuat langkah mereka untuk melakukan aksi beli menjadi lebih masuk akal adalah harga saat ini dikisaran mendekati harga  $1.000 tentu lebih tepat dibandingkan harus melakukan aksi beli saat harga dekat $2.000 per troy ons.