Equityworld Futures : Rencana pembangunan pabrik PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. senilai US$150 juta setara dengan Rp1,9 triliun di Papua mulai ada titik terang setelah perseroan menandatangani perjanjian dengan Pemerintah Kabupaten Jayapura Papua.

Agung Wiharto, Sekretaris Perusahaan Semen Indonesia, mengatakan perseroan telah mencapai kesepakatan bersama (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Pemkab Jayapura untuk pembangunan pabrik semen terintegrasi pada 2 April 2015.

“Kapasitas produksi 1 juta ton per tahun dengan biaya investasi diperkirakan US$150 juta,” ungkapnya dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia.

Pembangunan pabrik semen di Jayapura tersebut, direncanakan akan dimulai pada tahun depan. Perseroan menargetkan pabrik di Papua akan mulai beroperasi pada awal 2019.

Menurutnya, pabrik tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan semen di Provinsi Papua yang pada 2014 lalu mencapai 800.000 ton. Pabrik tersebut juga direncanakan akan memasok permintaan semen di daerah sekitar Papua seperti Maluku dan peluang ekspor ke Papua New Guinea.

Dia menambahkan, hasil studi awal yang dilakukan emiten berkode saham SMGR tersebut mengindikasikan, kondisi geografis Jayapura sesuai dengan rencana perluasan bisnis perseroan. Terutama dari sisi lokasi, ketersediaan bahan baku, potensi efisiensi dalam biaya transportasi dan distribusi, serta rencana pengembangan ke depan.

Manajemen SMGR, telah mempertimbangkan tiga alasan pembangunan pabrik di Papua. Pertama, selaras dengan fokus pemerintah untuk percepatan kegiatan pembangunan infrastruktur di Indonesia bagian timur.

Kemudian, kedua, pertumbuhan permintaan semen di Papua, Maluku, dan sekitarnya. Terakhir, potensi penghematan biaya transportasi dan distribusi semen di Kawasan Timur Indonesia.

Semen Indonesia menyiapkan belanja modal (capital expenditure/Capex) pada tahun ini hingga 5 tahun ke depan rerata Rp5 triliun-Rp7 triliun setiap tahunnya. Sekitar 90% belanja modal tahun ini akan digunakan untuk pembangunan pabrik di Rembang dan Indarung dengan investasi masing-masing Rp3,7 triliun dan US$352 juta.