Indeks di sejumlah pasar saham Asia menguat pada awal perdagangan Senin 6 Oktober 2014. Pelaku pasar menyambut baik arah positif terkait data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang lebih baik dari perkiraan sebelumnya. Namun investor tetap bersikap hati-hati karena mencermati pemberitaan terkait aksi protes di Hong Kong.

Seperti diberitakan CNBC, tiga indeks utama bursa AS melonjak lebih dari 1 persen pada penutupan perdagangan Jumat pekan lalu, setelah data menunjukkann bahwa tingkat pengangguran turun menjadi 5,9 persen pada bulan September dan perusahaan menambahkan rekrutmen pekerja sebanyak 248.000 orang.

Namun kalangan analis tetap memperingatkan agar jangan terlalu bergembira dengan laporan terbaru data ketenagakerjaan AS. “Masih jauh di bawah rata-rata historis, data ini menunjukkan kerja paruh waktu lebih menonjol daripada full time. Pasar tenaga kerja masih banyak kekurangan di dalamnya. Jumlah tenaga kerja yang kuat berarti perekonomian bergerak, tapi ini tidak begitu kuat untuk jadi aba-aba The Fed menjalankan rencananya menaikkan suku bunga,” ujar Evan Lucas, analis pasar dari IG.

Aksi protes masyarakat Hong Kong yang mendukung Pilkada langsung telah memasuki pekan kedua. Namun perundingan antara pemerintah dan pemimpin mahasiswa dan mass aksi protes tetap dalam kebuntuan. Selama akhir pekan, bentrokan terjadi di daerah Mong Kok dengan  massa pemrotes diserang oleh kelompok penentang demokrasi. Pemerintah menetapkan batas waktu  bagi polisi untuk memulihkan akses ke kantor pemerintah hingga Senin pagi.

Pasar saham di Singapura, India, dan Indonesia hari ini libur untuk perayaan hari keagamaan.

Indeks Nikkei di bursa Tokyo menguat 1 persen pada awal perdagangan. Indeks acuan pasar saham Jepang ini memperpanjang kenaikannya untuk sesi kedua, ditopang pelemahan yen yang mendongkrak saham-saham eksportir. Nilai tukar ten diperdagangkan melemah di pasar spot pada level 110 terhadap dolar AS.

Saham produsen mobil Toyota Motor, Mistubishi Motors, dan Honda Motor masing-masing naik lebih dari 1 persen.

Sementara itu, indeks S&P ASX 200 di bursa Sydney tergelincir 0,5 persen. Indeks patokan pasar saham Australia ini turun dalam perdagangan yang landai di mana sebagian besar negara bagian Negeri Kanguru itu tutup untuk hari libur nasional.

Saham penambang  BHP Billiton turun hampir 2 persen setelah mengumumkan rencana untuk memotong biaya produksi bijih besi lebih dari 25 persen.

Saham National Australia Bank turun 0,4 persen setelah mengatakan mereka mengharapkan untuk meningkatkan lebih dari $ 300.000.000 meskipun penawaran umum perdana anak perusahaan AS Great Western Bank.

Adapun indeks Kospi di bursa Seoul menguat 0,4 persen. Indeks utama pasar saham Korea Selatan ini naik untuk sesi keenam dan mengabaikan beberapa data ekonomi yang dirilis sebelum pasar dibuka. Data itu menunjukkan cadangan devisa Negeri Ginseng ini turun pada bulan September.

Di antara saham yang meraup keuntungan adalah  Posco dengan menguat 1 persen dan Shinhan Financial naik 0,7 persen. (ren)

© VIVA.co.id