Equityworld Futures : Pada perdagangan Kamis (15/1) nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta bergerak menguat sebesar 35 poin menjadi Rp 12.545 dibandingkan posisi sebelumnya Rp 12.580 per dolar AS.  Ekspektasi pelaku pasar Bank Indonesia akan mempertahankan level tingkat suku bunga acuan (BI rate) di level 7,75%.  Sementara  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 29 poin, kompak menguat bersama bursa-bursa regional.   Indeks sempat naik cukup tinggi di awal perdagangan, sampai ke level 5.193.

Otimisme investor terhadap prospek investasi di Indonesia juga terlihat masih tinggi menyusul hasil lelang Surat Utang Negara (SUN) oleh pemerintah Indonesia yang mengalami kelebihan permintaan. Situasi itu juga memberikan dukungan bagi stabilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.  Penguatan rupiah terhadap dolar AS masih cenderung tertahan menyusul neraca transaksi berjalan Indonesia yang masih tercatat defisit.

Data penjualan ritel Amerika Serikat tadi malam telah memgurangi kekhawatiran pasar akan prospek kenaikan suku bunga AS (Fed rate) yang lebih cepat dari seharusnya.  Kondisi itu cukup membebani nilai tukar dolar AS tadi malam sehingga memberikan sentimen positif untuk rupiah.  Sebaliknya pada kurs tengah Bank Indonesia, mata uang lokal ini bergerak melemah menjadi Rp 12.617 dibandingkan hari sebelumnya, Rabu (14/1) di posisi Rp 12.580 per dolar AS.

Dari bursa saham,  IHSG menguat 20,648 poin (0,40%) ke level 5.180,316. meski investor asing gencar melepas saham. Saham-saham unggulan menahan Indeks di zona hijau.  Sembilan indeks sektoral berhasil menguat, hanya sektor perdagangan yang masih merah. Investor juga masih menanti pengumuman BI Rate oleh Bank Indonesia (BI).

Pada akhir perdagangan, Kamis (15/1), IHSG ditutup melaju 29,044 poin (0,56%) ke level 5.188,712. Sementara Indeks LQ45 ditutup menguat 6,749 poin (0,76%) ke level 893,685.  Dana asing belum berhenti mengalir keluar lantai bursa sejak awal tahun ini. Transaksi investor asing sore ini terpantau melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 620,14 miliar di seluruh pasar.

Tercatat perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 229.336 kali dengan volume 7,082 miliar lembar saham senilai Rp 6,111 triliun. Sebanyak 180 saham naik, 99 turun, dan 93 saham stagnan. Bursa regional bisa menepis sentimen negatif dari pasar global, mulai dari melemahnya Wall Street hingga harga minyak dunia yang tiarap. Bursa regional kompak menguat di akhir perdagangan.

Sementara situasi dan kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:  Indeks Nikkei 225 melompat 312,74 poin (1,86%) ke level 17.108,70, Indeks Hang Seng naik 238,31 poin (0,99%) ke level 24.350,91, Indeks Komposit Shanghai meroket 114,02 poin (3,54%) ke level 3.336,45, dan  Indeks Straits Times menguat 11,19 poin (0,34%) ke level 3.337,35.