Equityworld Futures Surabaya – Saham bursa Amerika Serikat ditutup pada level terendah sejak awal Oktober tahun lalu pada perdagangan Rabu waktu setempat. Terbebani oleh kekhawatiran baru atas ekonomi China dan pertumbuhan global yang lebih lambat, dan anjloknya saham energi karena penurunan harga minyak mentah.

Dilansir dari Reuters, Kamis, 7 januari 2016, saham perusahaan minyak Exxon dan Chevron jatuh ke jurang yang dalam, indeks energi SPNY turun 3,6 persen merespon anjloknya harga minyak.
Indeks Dow Jones Industrial Average turun 252,15 poin, atau 1,47 persen ke level 16.906,51. Sementara indeks Standard & Poor’s (S & P) 500 kehilangan 26,45 poin, atau 1,31 persen ke level 1.990,26. Sedangkan indeks Nasdaq Composite turun 55,67 poin atau 1,14 persen ke level 4.835,77.
Negatifnya data industri di China memicu penurunan di pasar ekuitas global pada hari Senin. Dampaknya, indeks Dow anjlok ke level terburuk pertama kalinya sejak 2008.
Hal itu membuat Bank Rakyat China pada Rabu mengambil langkah untuk melemahkan yuan. Hal ini memicu kekhawatiran perekonomian negara itu. Bahkan lebih lemah dari yang diperkirakan.
“Pengaruh besar terus menjadi keprihatinan tentang apa yang terjadi di China,” kata Kepala investasi di Wedbush Management LLC Ekuitas di San Francisco, Stephen Massocca.