Equityworld Futures Surabaya – Saham-saham utama di Bursa Asia turun tajam pada pembukaan perdagangan Kamis pagi, mengikuti anjloknya pasar saham Amerika Serikat (AS). Seperti diketahui anjloknya pasar saham AS dipicu penurunan harga minyak Brent dan kekhawatiran akan pelambatan ekonomi global.

Dilansir dari laman CNBC, Kamis, 14 Januari 2015,  Indeks Nikkei 225, Jepang dibuka turun 1,87 persen. Kospi Korea Selatan turun 1,21 persen pada pembukaan perdagangan.

Saham ASX 200 juga turun turun 1,83 persen, dengan sektor energi dan keuangan turun tajam masing-masing 3,31 dan  1,85 persen. Semua sektor berada di zona merah kecuali untuk emas.

Harga minyak tetap menjadi fokus utama untuk pasar di Asia setelah minyak mentah AS dan minyak berjangka Brent mencapai posisi terendah dalam 12 tahun.

Sementara data menunjukkan persediaan minyak mentah AS naik 234.000 barel pekan lalu, lebih rendah dari yang diharapkan.

Direktur Sumber Daya dan Energi kelompok di HSBC, Lance Kawaguchi, khawatir kemerosotan harga minyak akan menyebar ke sektor energi yang lebih luas.

“Harga minyak Brent yang anjlok setelah 12 tahun terakhir ini akan memberi tekanan pada perusahaan. Hal ini akan mempercepat tindakan untuk memotong biaya dan restrukturisasi,” katanya.

Minyak mentah berjangka AS ditutup US$30,48 per barel. Harga minyak Brent turun  US$30,31 per barel, untuk pertama kalinya sejak 30 Desember 2015.

Rencananya hari ini bank-bank sentral di Korea Selatan dan Indonesia akan mengumumkan keputusan kebijakan moneter mereka.