Equityworld Futures Surabaya – Indeks harga saham di sejumlah pasar utama Asia dibuka datar pada perdagangan Selasa pagi, 12 Januari 2016. Ini akibat tertekannya saham energi dan komoditas serta efek lemahnya indeks di Wall Street.

Dilansir dari Reuters, Selasa Nikkei 225, Jepang kembali dibuka setelah libur nasional. Saham turun 1,56 persen, dengan sektor pertambangan turun empat persen, serta sektor minyak dan batubara jatuh 3,37 persen.
Sedangkan di Korea Selatan, Kospi naik 0,57 persen. Sementara pasar saham Australia  diperdagangkan hijau, dengan saham utama ASX 200 naik 0,81 persen didorong oleh sektor keuangan.
Kejatuhan harga minyak mentah hingga dalam posisi terendah sejak 12 tahun memicu perdagangan di bursa Wall Street yang pada sesi penutupan pada Selasa pagi, melemah.
Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) ditutup US$1,75, atau 5,28 persen, lebih rendah pada US$31,41 per barel, sementara harga minyak Brent turun US$1,99 ke US$31,56 per barel.
Pengamat pasar menyatakan akan mengawasi ekuitas Cina hari ini, setelah pada Senin sore,  Shanghai komposit jatuh lebih dari lima persen. (ren)