Equityworld Futures Surabaya – Rupiah diuntungkan karena pelaku pasar menanti kejelasan suku bunga The Fed. Hari ini, mata uang Garuda diduga masih cukup kuat di hadapan dollar AS.

Rabu (11/11/2015), di pasar spot, rupiah menguat 0,14 persen menjadi Rp 13.600 per dollar AS. Sejalan dengan itu, kurs tengah Bank Indonesia menunjukkan rupiah terapresiasi 0,30 persen ke level Rp 13.576 per dollar AS.

Analis pasar uang Bank Mandiri Reny Eka Putri menyebut, investor wait and see keputusan suku bunga The Fed. Efeknya, rupiah lebih diuntungkan. Dari domestik, hasil lelang surat utang negara (SUN) pada Selasa (10/11) yang mencapai Rp 9 triliun juga sokong rupiah.

Reserach and Analyst Fortis Asia Futures Andri Hardianto menilai, penguatan rupiah didukung pasar saham yang cukup stabil. Namun, rilis data transaksi berjalan mungkin akan menggoyang rupiah pada pekan ini.

Sebab, defisit transaksi berjalan diperkirakan membengkak. Menurut Andri, dengan sentimen yang beragam, rupiah bisa jatuh lagi setelah menguat dua hari. Prediksinya, hari ini, rupiah di kisaran Rp 13.500–Rp 13.700 per dollar AS.

Sedang, Reny menghitung, rupiah masih memiliki ruang untuk menguat ke kisaran Rp 13.550– Rp 13.625 per dollar AS. (Wuwun Nafsiah)

sumber : http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2015/11/12/081100026/Penguatan.Rupiah.akan.Dibayangi.Data.Perekonomian.Domestik