Equityworld Futures – Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Selasa pagi, bergerak menguat sebesar 123 poin sedangkan Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) menguat 9,91 poin.

Equity World Futures, Equity world Futures, Equityworld Futures, Equityworld, Equity world

Equity World Futures, Equity world Futures, Equityworld Futures, Equityworld, Equity world

Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Selasa pagi, bergerak menguat sebesar 123 poin menjadi Rp13.216 dibandingkan posisi sebelumnya pada posisi Rp13.339 per dolar AS.
Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra di Jakarta, Selasa mengatakan bahwa risiko Inggris keluar dari Uni Eropa (Brexit) yang mereda menjadi slaah satu faktor yang menopang mata uang di negara berkembang, termasuk rupiah bergerak menguat terhadap dolar AS.
“Jajak pendapat menyebutkan, Inggris yang akan bertahan di Uni Eropa membangkitkan selera investor pada aset di negara berisiko,” katanya.
Ia menambahkan bahwa harga minyak mentah dunia yang stabil juga turut menopang mata uang di negara-negara berkembang. Terpantau harga minyak jenis WTI Crude berada di level 49,20 dolar AS per barel, dan Brent Crude sebesar 50,41 dolar AS per barel.
Vice President Research and Analysis Valbury Asia Securities Nico Omer Jonckheere menambahkan bahwa jajak pendapat terbaru menunjukan warga Inggris yang memilih untuk tetap bergabung dengan Uni Eropa meningkat, situasi mendorong mayoritas nilai mata uang menguat terhadap dolar AS.
Namun, lanjut dia, pelaku pasar diharapkan tetap berhati-hati mendekati pelaksanaan referendum Brexit pada 23 Juni 2016 nanti, karena spekulasi di pasar keuangan diperkirakan meningkat.
“Hasil referendum akan direspon pasar pada perdagangan berikutnya pada 24 Juni 2016,” katanya.
IHSG
IHSG di Bursa Efek Indonesia (BEI) menguat 9,91 poin atau 0,20 persen menjadi 4.873,43 pada awal perdagangan Selasa.
Sementara kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak menguat 2,46 poin (0,3 persen) menjadi 832,39.
“Pada perdagangan hari ini (21/6) indeks BEI melanjutkan rally didukung oleh sentimen domestik,” kata Wakil Presiden Riset dan Analisis Valbury Asia Securities Nico Omer Jonckheere.
Ia mengemukakan bahwa Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan produk domestik bruto Indonesia tahun 2016 sebesar 5,1 persen dengan dukungan kebijakan keuangan hati-hati, reformasi kebijakan dan peningkatan investasi pemerintah di bidang infrastruktur serta konsumsi masyarakat dan belanja pemerintah.
Analis Mandiri Sekuritas Hadiyansyah menambahkan secara teknikal IHSG bergerak di atas level psikologis batas atas di 4.848 poin, mengonfirmasi penguatan berlanjut dalam jangka pendek.
Ia mengatakan emiten di sektor pertambangan dapat menjadi pilihan pelaku pasar hari ini, saat harga minyak dunia naik.
Harga minyak jenis WTI Crude berada di level 49,20 dolar AS per barel, dan Brent Crude sebesar 50,41 dolar AS per barel pagi ini.
Hadiyansyah memperkirakan indeks BEI berada di level 4.817 sampai 4.890 poin hari ini.
“Kondisi pasar saat ini dalam kondisi mulai memasuki fase bullish. Investor mulai dapat menambah proporsi pada ekuitas dan setiap koreksi yang terjadi dapat dijadikan sebagai entry point,” katanya.
Di tingkat regional, indeks Bursa Hang Seng menguat 141,89 poin (0,69 persen) ke level 20.652,09; indeks Nikkei naik 63,79 poin (0,40 persen) ke level 16.029,09; dan Straits Times menguat 5,86 poin (0,21 persen) ke posisi 2.806,73.  (*)

Editor: Slamet Hadi Purnomo

COPYRIGHT © ANTARA 2016