Equityworld Futures : Pergerakan nilai tukar Rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Kamis (5/2) sore bergerak menguat sebesar delapan poin menjadi Rp 12.622 dibandingkan sebelumnya di posisi Rp 12.630 per dolar AS.  Kurs Rupiah bergerak menguat namun cenderung tertahan menyusul adanya kekhawatiran pasar terhadap Yunani.

Pasar keuangan global saat ini kembali dikhawatirkan oleh bank sentral Eropa (ECB) yang memutuskan untuk menolak surat utang negara Yunani sebagai jaminan dalam memperoleh pinjaman karena memiliki peringkat utang yang rendah.  Sentimen itu bisa memberikan ketidakpastian bagi pasar keuangan global sehingga dapat mendorong peralihan portofolio dari instrumen mata uang berisiko ke instrumen yang lebih aman seperti dolar AS.

Pasar juga sedang menunggu hasil keputusan rapat Bank Sentral Inggris (BoE) yang kemungkinan tidak ada perubahan kebijakan. Namun, pasar tetap mewaspadai keputusan yang di luar dugaan mengingat sejumlah bank sentral dunia kembali melonggarkan kebijakan moneternya.

Tertahannya penguatan rupiah terhadap dolar AS juga disebabkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat ekonomi Indonesia secara kumulatif pada 2014 hanya tumbuh sebesar 5,02% atau relatif melambat sejak lima tahun terakhir.  Diharapkan, rupiah masih bergerak stabil sehingga tidak mengkhawatirkan investor yang datang ke Indonesia.  Sebaliknya pada kurs tengah Bank Indonesia (BI) mata uang lokal ini bergerak melemah menjadi Rp 12.653 dibandingkan hari sebelumnya, Rabu (4/2) di posisi Rp 12.609 per dolar AS.