Equityworld Futures Surabaya – Bank Indonesia (BI) menilai Bank Sentral AS atau Federal Reserve mengomunikasikan kenaikan suku bunga acuan atau Fed fund rate dengan cara yang baik. Hasilnya, pasar tidak mengalami kegaduhan dan responnya pun positif.

“Selama perdagangan di pasar valas hari ini menunjukkan kenaikan suku bunga The Fed seperti yang sudah kita duga, sudah di-price in.Pembukaan (perdagangan di bursa) pagi ini relatif mengalami penguatan,” kata Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Juda Agung di Jakarta, Kamis (17/12/2015).

Juda mengatakan, kedua kondisi tersebut merupakan poin bahwa respon pasar keuangan global cenderung positif dengan kenaikan suku bunga AS.Menurut dia, bank sentral memandang dampak kenaikan itu sesuai dengan perkiraan dan dampaknya pun masih baik terhadap kondisi pasar keuangan RI.

Terkait rencana kenaikan suku bunga “susulan” oleh The Fed di tahun 2016 mendatang, Juda menjelaskan bahwa Gubernur The Fed Janet Yellen telah jelas menyatakan bahwa kenaikan akan bersifat gradual. Selain itu, kenaikan suku bunga AS juga akan dikomunikasikan dengan baik.

“Juga akan secara hati-hati tapi tidak menimbulkan ketidakpastian di pasar. Kenaikan ini menurut kami cukup baik komunikasinya. Pasar sudah antisipasi sehingga penyesuainnya tidak terlalu besar. Mudah-mudahan ke depan komunikasinya baik dan tidak menimbulkan gejolak di pasar keuangan global,” jelas Juda.

Dalam pernyataannya, Jellen menjelaskan kenaikan suku bunga acuan dilakukan dengan mempertimbangkan membaiknya perekonomian AS. Diharapkan suku bunga acuan tersebut akan terus naik hingga tahun depan di level 2,4 persen.