Equityworld Futures : tips investasi dari orang-orang terkaya di dunia. Para pakar ini memiliki berbagai strategi investasi yang solid.

Hal yang perlu digarisbawahi adalah berinvestasi bukan cara untuk membuat kita kaya secara instan. Mungkin salah satu cara berinvestasi yang benar adalah membeli di harga rendah, dan menjual di harga tinggi.

6. Mark Cuban – Mencari Peluang

//images.detik.com/content/2014/12/23/6/081744_markcuban.jpg

Mark Cuban adalah pemilik NBA Dallas Mavericks, Magnolia Picture, Landmark Theaters, di Shark Tank dan investor yang sangat baik, seperti yang terlihat dari cara dia membuat keputusan di acara televisi terkenal.

Tips investasinya mulai dengan membayar utang dan menciptakan anggaran yang nyata. Ia percaya, menjaga posisi kas berguna bahkan jika tingkat bunga rendah. Ini adalah tentang mampu tidaknya menangkap peluang yang muncul.

“Saya benar-benar mendorong orang-orang segera mengurus investasi untuk rencana pensiun, bebas dari utang, dan mengurangi pengeluaran dan menyisihkannya untuk berinvestasi.

7. Paul Tudor Jones – Ikuti Rahasia di Balik Suksesnya Miliuner Hedge Fund

//images.detik.com/content/2014/12/23/6/081711_paultudorjones.jpg

Pendiri Tudor Investment Corporation, sebuah perusahaan aset manajemen swasta dan hedge fund, Paulus dikenal sebagai salah satu trader yang paling sukses yang pernah ada. Dia mulai bekerja di bisnis investasi pada tahun 1976 dan akhirnya bisa menjadi cotton trader yang sukses. Ia mulai mendirikan Tudor Investment Corp saat berusia 26 tahun.

Dia adalah salah satu dari sedikit orang yang berhasil bertahan dari hantaman krisis pasar saham pada tahun 1987. Jones cepat untuk membuat atau mengubah investasi banyak menunda.

8. Ray Dalio Abaikan Pendapat Ahli dan Lakukan dengan

//images.detik.com/content/2014/12/23/6/081651_raydalio.jpg

Pemikiran Sendiri

Lulusan Harvard ini adalah pendiri dari perusahaan investasi terkenal Bridgewater Associates, yang merupakan hedge fund terbesar di dunia dengan aset yang dikelola mencapai US$ 150 miliar.

Ia juga dikenal karena memiliki pemahaman yang sangat kuat soal siklus pasar. “Saya pikir, kita harus bisa dengan cepat berpikir ‘akan seperti apa perekonomian ke depan’ bukan berpikir cara kerjanya,” kata dia.

Bahkan, Dalio merilis sebuah video tentang bagaimana perputaran uang di dunia dan bagaimana hal-hal seperti resesi, depresi dan booming terjadi. Proyeksi untuk tahun ini adalah, “Kami tidak akan booming, kita tidak akan meledak.”

Dia menyebutkan bahwa ekonomi Amerika Serikat saat ini berada di tengah-tengah kondisi siklus utang jangka pendek pasca resesi, di mana aset akan kembali sekitar 4%.

Dalio menyatakan, “Jika saya bisa mengatakan satu hal kepada investor Anda, bagaimana mencoba untuk mencapai keseimbangan. Sebagai seorang investor yang Anda butuhkan adalah melakukan diversifikasi portofolio Anda dan memahami bahwa komposisi keuangan Anda adalah 1% tunai, 3% obligasi, dan 4% ekuitas.

9. Seth Klarman – Mengurangi Margin of Error

//images.detik.com/content/2014/12/23/6/081623_sethklarman.jpg

Mungkin Anda tidak terlalu akrab mendengar nama Seth. Dia adalah miliuner yang menghasilkan banyak uang melalui kemitraan investasi swasta yang berbasis di Boston melalui Grup Baupost.

Seth lulusan dari Cornell dan Harvard Business School, ia bekerja untuk Max Heine dan Michael Price of the Mutual Shares Fund. Dia juga penulis buku Margin of Safety: Rise-Averse Investing Strategies for Thoughtful Investor (1991).

Terbukti, Seth adalah salah satu manajer hedge fund paling produktif di 2013. Dia benci kehilangan uang sebanyak dia menghasilkan uang, makanya dia punya tingkat kesabaran tinggi untuk menunggu investasi yang tepat.

Tips investasi terbaik dari Seth adalah untuk mengurangi margin of error dengan membeli perusahaan atau saham di perusahaan yang kecil kemungkinannya untuk penurunan nilai. Ia cenderung untuk mencari underdog atau undervalued.

10. Warren Buffett Berinvestasi di Perusahaan yang Nyaris Bangkrut

//images.detik.com/content/2014/12/23/6/081603_koper.jpg

Buffet merupakan pria yang dikenal hampir awam komputer, tidak punya sopir, tinggal di rumah biasa, dan tidak punya koleksi barang-barang mewah atau kapal pesiar, tapi dia merupakan orang yang punya nilai tinggi.

Dia dianggap sebagai salah satu investor yang menemukan perusahaan-perusahaan yang punya nilai rendah, artinya perusahaan tersebut nyaris bangkrut, asetnya 25% di bawah nilai perusahaan. Hal itu dilihat dari potensi nilai keseluruhan perusahaan, utang, profit margin, kepemilikan dan keunggulan kompetitif.

Dari situ Buffet mampu menganalisis nilai sebuah perusahaan, dia punya keterampilan yang memang terbukti keberhasilannya, bukan dari sebuah keberuntungan.

Salah satu cara yang dilakukan Buffet adalah tidak membeli kewajiban alias tidak berinvestasi untuk membayar utang perusahaan yang akan ia beli, namun dia membeli aset. Sebagai contoh, Buffet ketika akan membeli mobil.

Pesan Buffet, jangan beli mobil baru yang akan kehilangan nilainya karena banyak orang beli dan mobil itu populer. Sebaliknya, beli merek dan model yang sedikit digunakan orang tetapi nilainya akan bertahan lebih lama daripada yang lain.

 

@detik.com