Equityworld Future :

Laju nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Rabu pagi hingga siang (18/3) , bergerak menguat sebesar tujuh poin menjadi Rp 13.173 dibandingkan posisi sebelumnya Rp 13.180 per dolar AS.  Sentimen dari dalam negeri menjadi salah satu faktor penopang bagi mata uang rupiah untuk kembali bergerak di area positif.

Bank Indonesia (BI) yang mempertahankan tingkat suku bunga acuan (BI rate) di level 7,5 persen serta komitmen BI melakukan intervensi valas sedikit membantu sentimen penguatan rupiah terhadap dolar AS.   BI  yang optimistis terhadap pencapaian pertumbuhan ekonomi serta perbaikan defisit transaksi berjalan (CAD) pada kuartal I 2015 menambah sentimen positif bagi rupiah.  BI juga akan lebih aktif melakukan intervensi di pasar valas dan obligasi agar fluktuasi rupiah stabil.

Dari eksternal,  penguatan mata uang dolar AS juga cenderung mereda di pasar global menyusul data-data ekonomi Amerika Serikat yang tidak semuanya baik, situasi itu dimanfaatkan sebagian pelaku pasar uang untuk melepas dolar AS meski masih terbatas.  Pengamat Pasar Uang Bank Himpunan Saudara Rully Nova menambahkan bahwa Bank Indonesia yang menyatakan siap untuk mengeluarkan paket kebijakan moneter dalam upaya menjaga rupiah diharapkan berdampak signifikan untuk jangka panjang.

Disampaikan juga,  BI akan mengupayakan untuk menjaga stabilitas rupiah serta menurunkan defisit transaksi berjalan ke kisaran 2,5 – 3,0 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).  Pertumbuhan ekonomi domestik pada triwulan I-2015 yang diproyeksikan lebih baik dibandingkan triwulan sebelumnya akan mendorong aliran dana investasi masuk ke dalam negeri, sehingga dapat membuat nilai tukar rupiah kembali masuk dalam tren penguatan.