PT Equityworld Surabaya – Bursa Asia melambung pada hari Senin setelah tiga sesi kehilangan, mengikuti Wall Street yang lebih kuat, sementara dolar dibebani oleh data inflasi A.S. yang lemah yang mengurangi prospek kenaikan suku bunga Federal Reserve akhir tahun ini.

Investor menunggu data China yang akan dirilis kemudian di sesi ini (0200 GMT), termasuk output industri dan penjualan eceran. Pembacaan tersebut diharapkan dapat menunjukkan pertumbuhan yang solid namun pasar terganggu setelah data perdagangan yang lebih lembut dari perkiraan minggu lalu.

Indeks MSCI terluas di Asia-Pasifik di luar Jepang (MIAPJ0000PUS) naik 0,4 persen. Indeks tersebut telah turun selama tiga hari berturut-turut sebelum meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Korea Utara.

 

PT Equityworld Surabaya :  Indeks saham asia menguat

Saham Australia (AXJO) naik 0,2 persen dan KOSPI Korea Selatan (KS11) naik 0,7 persen.

Nikkei Jepang (N225) melawan tren tersebut dan turun 1,2 persen karena penguatan yen membayangi pertumbuhan ekonomi kuartal kedua yang jauh lebih baik dari perkiraan.

Tiga indeks utama AS menguat tiga hari terkoreksi dan berakhir lebih tinggi pada hari Jumat, karena investor bertaruh kenaikan suku bunga A.S. yang lebih lambat menyusul data harga konsumen yang lebih lemah dari perkiraan. Namun kenaikan tersebut diredam oleh pertukaran yang semakin agresif antara Washington dan Pyongyang. (N)

Resiko geopolitik diperkirakan akan tetap menjadi tema utama bagi pasar global dalam waktu dekat, karena Korea Utara merayakan Hari Pembebasan pada hari Selasa untuk menandai berakhirnya kekuasaan Jepang.

Investor juga bersiap menghadapi ketegangan menjelang 21 Agustus, saat latihan militer tahunan A.S.-Korea Selatan akan dimulai.

“Karena hati-hati terhadap eskalasi tekanan lebih lanjut mengenai Korea Utara, yield dan ekuitas A.S. diperkirakan akan turun dan yen kemungkinan akan terus menguat minggu ini,” kata Masafumi Yamamoto, kepala strategi valas di Mizuho Securities di Tokyo.

baca news update harga emas fisik, loco gold, indeks hangseng, indeks nikkei, dan komodi di PT Equtyworld Surabaya

Hasil Treasury A.S., yang telah menurun pada kekhawatiran Korea Utara, turun lebih lanjut pada hari Jumat pada data harga konsumen A.S. yang lembut. Hasil Treasury Treasury 10 tahun (US10YT = RR) menyentuh 2.182 persen pada hari Jumat, terendah sejak akhir Juni.

Data hari Jumat menunjukkan indeks harga konsumen A.S. naik tipis hanya 0,1 persen bulan lalu setelah tidak berubah di bulan Juni. Ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan CPI naik 0,2 persen pada Juli.

 

sumber : investing.com

news edited by PT Equityworld Surabaya