PT Equityworld-Kurs rupiah yang dibuka lebih tinggi pada awal perdagangan hari Jumat (17/8)  bergerak negatif oleh penguatan dollar AS sejak awal perdagangan, dan pelemahan rupiah juga di pertebal oleh aksi profit taking investor asing di bursa saham.

Memasuki sesi 1 perdagangan IHSG Jumat (19/08), IHSG retreat -5,55 poin atau -0,10% pada 5455,91. Pelemahan IHSG tertekan aksi profit taking investor.

Aksi profit taking investor lokal memanfaatkan kenaikan IHSG kemarin yang naik 1,67 persen.

Aksi profit taking juga terpengaruh pelemahan Rupiah. Pasangan kurs USDIDR menguat 0,08 persen pada 13,130.

IHSG siang ini tertekan oleh 6 sektor yang berada di zona negatif, dengan pelemahan tertinggi pada sektor Infrastruktur yang melemah 0,99%. Pada sesi 1 siang ini tercatat 139 saham menguat, sedangkan 141 saham melemah. Sampai siang ini terjadi transaksi perdagangan sebanyak 3,52 miliar saham dengan nilai mencapai 4,27 triliun, dengan frekuensi perdagangan sebanyak 152.167 kali.

Lemahnya rupiah hingga siang ini menjadi penghambat bagi bursa saham mendulang keuntungan dari setoran modal investor asing yang 2 pekan terakhir  net buy terus. Setelah sesi pertama ditutup net buy berubah menjadi net sell asing  menjadi Rp97 miliar.  Tarikan  modal asing dari  bursa ini  melemahkan posisi   IHSG yang kini turun 0,3%.

Pergerakan kurs rupiah di pasar spot pagi  ini bergerak negatif dengan posisi pelemahan 0,08% dari perdagangan sebelumnya dan kini bergerak pada kisaran Rp13130/US$ setelah  dibuka kuat pada level Rp13117/US$. Untuk  kurs referensi Jisdor yang ditetapkan Bank Indonesia  hari ini   dilemahkan   ke  13119  dari  posisi 13114 perdagangan hari Kamis (18/08).

Dan untuk pergerakan kurs Rupiah di pasar spot hari ini  masih berpotensi kuat hingga akhir perdagangan  oleh mometum pelemahan dollar, sehingga Analyst Vibiz Research Center memperkirakan rupiah bergerak di level support di 13122 dan  resistance di 13094.