PT Equityworld – Bursa-bursa saham emerging market anjlok paling buruk dalam dua pekan. MSCI Emerging Markets Index saham turun 0,3 prosen terhadap 07 : 04 di Hong Kong, nyaris memusnahkan keuntungan pekan ini. Indeks ekuitas patokan Vietnam memimpin penurunan di Asia, turun 1,9 prosen, Indonesia kehilangan 0,7 % & Tiongkok turun 0,5 %.

Bursa saham Indonesia turun terendah dalam 13-bulan sesudah Gubernur bank sentral Agus Martowardojo & mengumumkan suku bunga acuan Bank Indonesia tak beralih ialah terus di 6,5 prosen terhadap Kamis ini.
MSCI Emerging Markets Index Mata turun 0,1 prosen, menghentikan kenaikan dua hri.

Ringgit Malaysia merosot akibat minyak mentah Brent menuju penurunan mingguan se gede 2,8 %. Lebih dari $ 3,5 miliar disalahgunakan dari 1Malaysia Development Bhd., & lebih kurang $ 1 miliar dicuci lewat system perbankan di Amerika, begitu peryataan Departemen Kehakiman AS.

Pergerakan kurs rupiah di pasar spot pagi ini bergerak positif dengan posisi penguatan  0,10% dari perdagangan sebelumnya dan kini bergerak pada kisaran Rp13099/US$ setelah  dibuka kuat pada level Rp13122/US$. Namun untuk kurs Jisdor dan kurs transaksi antar bank yang ditetapkan Bank Indonesia  hari ini  diperlemah.

Harga minyak sudah mempengaruhi ringgit & perkembangan teranyar di 1MDB bisa jadi mempunyai “dampak kepada front politik, yg kita tak tahu gimana itu bakal bekerja & seberapa serius kasus tersebut mempengaruhi pasar, begitu opini Irene Cheung, analis valuta asing di Australia dan New Zealand Banking Grup Ltd di Singapura.

Ringgit jatuh 0,7 prosen jadi 4,0663 per dollar. Penurunan selagi lima hri terpanjang sejak Nopember 2015. Sementara itu bursa saham Malaysia tergelincir 0,1 prosen.