PT Equityworld-Sesudah pemerintah memberikan kelonggaran lewat kebijakan tax amnesty, kembali angin segar terkait kebijakan penurunan tarif perpajakan mengemuka. Inisiatif penurunan tarif perpajakan muncul waktu Presiden Jokowi menjawab angan-angan penurunan tarif pajak dari salah satu peserta sosialisasi Pengampunan Pajak (Tax Amnesty) di Semarang, jateng, Selasa (9/8) tempo hari.

“Pikiran sederhana aku menyampaikan seperti ini. Jika di Singapura PPh Tubuh kena 17 %, mengapa kita mesti 25 %. Kita ini ingin beradu. Macam Mana kitaingin berkompetisi, sana kena 17 prosen, sini kena 25 %. Ya lari ke sana seluruhnya,” jelas Presiden di sela program sosialisasi Amnesti Pajak di Semarang, seperti yg dilansir dalam web Sekretariat Negeri Republik Indonesia.

Menurut gagasan, penurunan tarif dapat dilakukan dengan cara bertahap. Tetapi, kalau mengizinkan, penurunan tarif sanggup dilakukan dengan carasegera. Presiden meneruskan, sekarang, pemerintah lewat KEMENKU sedang lakukan kalkulasinya.

“Tahapannya kemungkinan ada, contohnya dari 25 (prosen) kemungkinan ke 20 (%) lalu, baru turun ke 17 (prosen), bisa jadi seperti itu. Atau jikalaukemungkinan kelak kalkulasinya masuk, ya dari 25 (prosen) serentak 17 (%). Semuanya baru dihitung, saat ini tetap dikalkulasi, supaya dikebut oleh Menteri Keuangan,” terang Presiden Joko Widodo, seperti yg dilansir dalam web Kemenku Republik Indonesia.

Presiden Joko Widodo memaparkan penurunan tarif pajak tersebut di harapkan bakal sejak mulai berlaku th depan, searah dgn revisi tiga undang-undang disektor perpajakan yg sedang dibahas oleh pemerintah. Ke-3 UU tersebut merupakan UU berkaitan PPN, UU mengenai PPh, & UU berkenaan KetetapanUmum & Tata Kiat Perpajakan.