Equityworld Futures : Dalam beberapa hari ke depan IHSG akan menguji support psikologis 5.000, jika level 5.000 berhasil ditembus, maka support selanjutnya berada pada kisaran 4.880.  Adanya level psikologis 5.000 dan tren oversold berpotensi menahan pelemahan atau sebaliknya. Dengan demikian, IHSG cenderung bergerak melemah hari ini.  Kisaran untuk pergerakan indeks berada di 4.990–5.076.

Pada perdagngan kemarin, laju IHSG ditutup turun signifikan di 5.014,99, turun -85,58 poin atau sebesar 1,68%. Indeks unggulan LQ-45 di tutup di 863,43 turun -17,79 poin atau –2,02%.  IHSG sudah ditutup di bawah 5.050, namun masih berada di atas 5.000. Sejauh ini volume perdagangan yang turun di bawah rata-rata dari minggu lalu yang mengindikasikan berkurangnya minat pada pasar saham.

Di sisi lain, relatif turunnya Dow Jones dan banyak bursa dunia, serta pelemahan rupiah dapat menjadi sentimen negatif. IHSG melemah cukup dalam dengan menembus level terendah sebelumnya kemarin.   Bursa Wall Street di Amerika Serikat (AS) berakhir negatif pada perdagangan Senin. Ini karena investor khawatir soal kondisi penyelesaian utang di Yunani, dan belum jelasnya prospek kenaikan suku bunga acuan oleh bank sentral AS, yaitu Federal Reserve (The Fed).

Investor cemas, karena waktu kenaikan suku bunga acuan menjadi tidak pasti. Data penguatan tenaga kerja di Mei yang dirilis Jumat lalu menimbulkan spekulasi, kenaikan suku bunga acuan bakal naik lebih cepat.  Data tenaga kerja Mei menjadi petunjuk bahwa bunga akan naik. Pasar belum meyakini pemikiran itu.  Pada perdagangan Senin, indeks Dow Jones turun 82,91 poin (0,46%) ke 17.766,55. Indeks S&P 500 turun 13,55 poin (0,65%) ke 2.079,28. Sementara indeks Nasdaq turun 46,83 poin (0,92%) ke 5.021,63.