Equityworld Futures : Pergerakan IHSG hari ini, Rabu (22/4)  diperkirakan  akan menguat, dengan support di 5.427 dan resistance di 5.524. Di mana 5.524 akan menjadi resistance yang cukup kuat, dan menjadi resistance jangka panjang.  Peluang penguatan lanjutan IHSG akan dibayangi aksi ambil untung pemodal.

Setelah sepekan bergerak kurang bergairah, perdagangan saham kemarin kembali marak dengan aksi beli menyusul sentimen positif pasar saham global dan kawasan Asia. IHSG pada perdagangan kemarin berhasil keluar dari rentang konsolidasi, menguat 59 poin (1,1%) di 5.460,573. Pada perdagangan kemarin, pergerakan IHSG  ditutup menguat signifikan +59,77 poin (+1,11%) ke 5.460,57. Sementara indeks unggulan LQ-45 ditutup di 951,99, atau naik +14,85 poin (+1,58%). IHSG mampu kembali tutup di atas 5.450, setelah dalam beberapa hari mengalami pergerakan sideways.   Penutupan ini memberikan sinyal, bahwa IHSG akan kembali bergerak di kisaran 5.427-5.524.

Nilai transaksi di pasar reguler meningkat mencapai Rp 4,6 triliun, dan asing mencatatkan nilai pembelian bersih Rp 153,34 miliar. Hampir seluruh saham sektoral mengalami penguatan kecuali saham tambang logam. Penguatan IHSG dipicu sentimen positif kawasan merespons kebijakan stimulus lanjutan otoritas China, setelah PBoC awal pekan ini kembali memangkas rasio pencadangan perbankan sebesar 100 bps atau 1% menjadi 18,5%.

Kebijakan stimulus yang diambil otoritas China untuk menahan laju perlambatan ekonomi negara tersebut, telah mendorong rally pasar saham China sejak awal tahun ini, tercermin dari lonjakan indeks composite Shanghai hingga 33% (YTD). Selain sentimen positif kawasan, penguatan IHSG kemarin juga ditopang sejumlah isu individual, terutama pembagian dividen sejumlah emiten. Namun penguatan IHSG kemarin tidak ditopang pergerakan rupiah. Sebaliknya rupiah kembali melemah 0,5% atas dolar AS di Rp 12.955, menyusul penguatan dolar AS atas mata uang kawasan Asia.

Di sisi lain,  Wall Street tadi malam gagal ditutup di teritori positif menyusul sejumlah rilis laba kuartal I-2015 korporasi di bawah ekspektasi. Hanya indeks Nasdaq yang menguat 0,39% di 5.014,10 didorong kenaikan saham biotech yang akan melakukan aksi korporasi M&A. Indeks DJIA dan S&P masing-masing koreksi 0,47% dan 0,15% tutup di 17.949,59 dan 2.097,29.