Equityworld Futures : Pada perdagangan awal pekan, Senin (6/4) Indeks Harga Sahan Gabungan (IHSG) di awal pekan ini berpeluang untuk melemah.  Pelemahan IHSG mengikuti yang terjadi pada perdagangan Kamis (2/4). Saat itu IHSG ditutup melemah 10,46 poin (0,19%) ke level 5.456,39. Investor asing juga masih terlihat net buy Rp 269,4 miliar.

Laju indeks saham dari sisi teknikal, terlihat indikator RSI melemah dengan stochastic menurun dan berpotensi dead cross.  Indikator MACD mendatar dengan momentum menurun. Akhir pekan lalu juga terlihat IHSG menguji three black crows candle.  Harga sempat dibuka gap atas dan pelemahan indeks kemarin diikuti dengan peningkatan volume.  Diperkirakan IHSG akan bergerak berfluktuasi melemah di kisaran 5.408-5.485.

Selain itu, sentimen yang akan mempengaruhi laju indeks yakni dari pelemahan sebagian data ekonomi AS. Dimana hal itu, mendatangkan harapan adanya stimulus ekonomi dan kemungkinan ini juga akan menahan The Fed untuk menaikkan suku bunga acuannya dalam waktu dekat. Kemudian, para investor juga hari ini akan berfokus pada rilis data ketenaga kerjaan AS. Sejumlah saham yang perlu dicermati, antara lain:  ADRO, AKRA, ANTM,ASRI, GGRM, PTBA,  dan TBIG.

Relatif menguatnya Dow Jones di tengah mixed-nya bursa regional pekan lalu dapat mempengaruhi sentimen. IHSG masih berada di kisaran negatif pada minggu lalu.  Namun, adanya minat beli asing diharapkan dapat menahan penurunan.

IHSG  minggu lalu di tutup di 5.456 (weekly) dan indeks LQ-45 di tutup di 941,80 (weekly). Pergerakan IHSG selama seminggu kemarin sangat berfluktuasi, degan range yang sangat lebar, yaitu sekitar 150 poin, dari terendah 5.350 sampai tertinggi 5.524, dan akhirnya mencapai rekor tertinggi baru.   IHSG masih bertahan dengan support di gap (5.458-5.484) dan sempat ditutup pada Jumat kemarin. Gap selanjutnya ada di 5.397-5.418, yang akan berfungsi sebagai support selanjutnya.