Equityworld Futures Surabaya – Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia memprediksi capaian inflasi pada tahun 2015 hanya berada pada kisaran 2,5 sampai 3 persen.

Prediksi capaian inflasi ini berada di bawah target Bank Indonesia (BI) yang mencapai 3 hingga 5 persen.

Sementara itu, capaian inflasi pada tahun 2016 diprediksi cukup terjaga pada kisaran 4 hingga 5 persen.

Menurut Direktur Riset CORE Indonesia Mohammad Faisal, ada beberapa faktor, baik dari sisi domestik maupun global yang akan mempengaruhi capaian inflasi tahun depan.

“Harga pangan diperkirakan akan tetap stabil sejalan dengan masih rendahnya harga pangan global, kapasitas produksi terpasang masih mampu memenuhi permintaan konsumsi tahun depan,” kata Faisal di Jakarta, Rabu (18/11/2015).

Lebih lanjut, Faisal pun menyatakan bahwa ada beberapa faktor yang berpotensi mendorong inflasi.

Faktor pertama adalah inflasi barang-barang yang dikendalikan pemerintah atau administered price yang diprediksi mengalami peningkatan, seperti kenaikan harga elpiji tabung, pencabutan subsidi listrik, dan keenaikan cukai rokok.

“Faktor lain adalah potensi pelemahan kurs rupiah atau exchange rate pass through tahun depan masih akan memberikan kontribusi pada inflasi domestik,” jelas Faisal.

Dalam laporannya, BI meyakini bahwa inflasi untuk keseluruhan tahun 2015 akan berada di batas bawah kisaran sasaran 4 plus minus 1 persen.

Adapun Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Oktober 2015 mengalami deflasi, yang dipandang oleh bank sentral menunjukkan bahwa stabilitas harga terkendali.