Equityworld Futures Surabaya – Pasar saham Asia mengawali sesi perdagangan, Selasa, 22 Desember 2015, dengan pergerakan bervariasi menjelang libur perayaan Natal.

Seperti diberitakan CNBC, tampaknya melonjaknya indeks menjelang akhir tahun yang didorong oleh aksi beli masif investor saham atau Santa Claus rally semakin diragukan terjadi tahun ini.
“Prospek dolar AS masih tinggi, pertumbuhan ekonomi global lesu, dan harga komoditas yang lebih rendah pada semester pertama tahun ini mengakibatkan keuntungan di pasar saham sangat kecil,” kata Kathy Lien, Managing Director BK Asset Management.
Indeks Nikkei di bursa Tokyo pagi ini tergelincir 0,4 persen. Indeks acuan pasar saham Jepang ini menghapus keuntungan dari perdagangan sebelumnya.
Saham McDonald di Jepang turun 5,8 persen setelah adanya isu perusahaan itu akan menjual sahamnya.
Saham Toshiba turun 5,9 persen. Saham eksportir elektronik lainnya juga terlihat melemah. Saham Sony turun 0,7 persen, saham Panasonic dan Sharp masing-masing kehilangan 0,5 persen dan 0,8 persen.
Sementara itu, indeks S&P ASX 200 di bursa Sydney menguat 0,3 persen ke level 5.122,3. Indeks patokan pasar saham Australia ini menguat terkerek oleh melonjaknya saham sektor energi yang mengesampingkan sentimen negatif jatuhnya harga minyak dunia.
Saham Origin Energy naik 0,2 persen, sedangkan saham LNG menguat 2,7 persen.
Adapun indeks Kospi di bursa Seoul bergerak melemah 0,3 persen. Indeks utama pasar saham Korea Selatan terbebani oleh saham Samsung Electronics yang jatuh 0,4 persen. (ase)