Equityworld Futures : “Fed mesti menanti beberapa pertemuan tambahan sebelum menaikan suku bunga..”(Janet Yellen)

Statemen lugas yang dilontarkan oleh Federal Reserve Chairwoman di atas, kembali menempatkan the greenback dalam tekanan terhadap rival mata uang utama lainnya, namun masih belum mampu menjadi daya dorong performa Emas secara optimal.

Pada testimony pertama Selasa lalu, Yellen memudarkan harapan para investor terhadap wacana mendongkrak suku bunga dalam tempo sesegara mungkin, dengan alasan kondisi ekonomi Amerika Serikat belum stabil. Komentar Yellen langsung direspon para investor dan trader dengan melepas dollar secara intens.

Dan pada saat bersamaan, sempat memberi peluang pada Emas dan juga Perak untuk sejenak meniti grafik naik. Namun, secara general laju naik Emas dan Perak belum mampu merubah tren keduanya, yang dari sudut pandang teknikal masih dibayangi atmosfir bearish.

Para investor dan trader logam mulia, nampaknya lebih memilih sikap antisipasi menjelang publikasi seranai data indicator ekonomi AS yang berkualifikasi “sangat sensitive” nanti malam,antara lain USD CPI m/m dengan estimasi turun (-0.6%) dibandingkan bulan sebelumnya, yang turun (-0.4%). Untuk item Core CPI, diperkirakan  naik tipis 0.1% dari kondisi stagnan bulan sebelumnya, 0.0%. Publikasi jam 20.30 WIB. Kedua data tersebut bersanding dengan pengumuman data vital lainnya, yaitu USD Unemployment Claims dengan prediksi naik pada jumlah 288.000 dari 283.000

Bila secara agregat indicator ekonomi tersebut di atas berlabel “sangat memuaskan”, maka dollar AS akan bergeliat dan  secara otomatis, performa Emas plus Perak rentan untuk kembali melandai. Sebaliknya, jika berlabel “sangat mengecewakan”, yang bermakna akan mencuatkan kembali penundaan wacana mendongkrak suku bunga oleh Fed, maka dollar akan terkulai, sementara Emas dan Perak berpotensi untuk kembali meniti jejak naik dan melampuai pencapaian hari Rabu kemarin.

Di sisi lain, performa impresif diperagakan oleh Minyak Mentah pada sesi transaksi hari Rabu kemarin, pasca sukses mengukir Daily Candle dengan pola Bullish Engulfing, yang  ditandai dengan prestasi meraih level high  51.24 dan ditutup pada level 51.07, setelah sempat tergelincir pada level 48.48.

Sebelum dirilis data oleh  The US Energy Information Administration (EIA), minyak mentah berada pada kisaran 48.95. EIA melaporkan bahwa  stok minyak mentah AS naik sebanyak 8.4 juta barrel pada akhir pekan kemarin. Kenaikan tersebut lebih dari dua kali lipat dari perkiraan para analis, yaitu 4.0 juta barrel.

Kendati pasokan meningkat, produksi minyak mentah naik sebesar 5000 barrel menjadi 9.285 juta barrel per hari. Merupakan jumlah produksi harian terbesar  di AS dalam lebih 30 tahun!

Namun, minyak mentah berhasil lolos dari tekanan jual yang kian intens, bahkan berhasil memantul naik secara mengesankan selepas Menteri Perminyakan Arab Saudi, Ali al-Naimi menyatakan pada reporter bahwa pasar minyak mentah telah kembali tenang setelah mengalami  volatilitas intensif dalam periode panjang  pada tahun 2014. Sekaligus menyebabkan minyak mentah terkuras harganya sekira 60% sejak bulan Juni 2014!

Komentar pertama dihadapan public dari orang yang paling berpengaruh di tubuh OPEC tersebut, efektif mendongkrak performa minyak mentah, karena sebelumnya lewat komentar Naini pula minyak mentah tampil mengenaskan, yaitu sejak ia menegaskan bahwa pihak Arab Saudi tidak akan terlibat dalam strategi penetapan  harga minyak mentah, bahkan jika anjlok hingga $20 per barrel!