Equityworld Futures : Saham-saham menguat pada penutupan perdagangan Rabu di Bursa Efek New York, Amerika Serikat. Indeks S&P 500 rebound dari kejatuhannya dalam lima sesi terakhir.

Seperti diberitakan CNBC, Kamis 8 Januari 2015, analis menyatakan bahwa pemicu utama keuntungan di pasar saham adalah stabilisasi harga energi, meredanya kekhawatiran terhadap isu niatan Yunani keluar dari keanggotaan Uni Eropa, serta reaksi positif terhadap risalah pertemuan Federal Reserve.

Indeks patokan bursa AS mempertahankan keuntungan sekitar 1 persen setelah The Fed merilis hasil pertemuan para pejabat bank sentral AS. Risalah forum Federal Open Market Comitte (FOMC) untuk bulan Desember menunjukkan inflasi tidak perlu dinaikkan dari level saat ini bagi The Fed memulai rencana menaikkan suku bunga acuan.

“The Fed akan menaikkan suku bunga sebelum kami mencapai inflasi 2 persen, dan kami tidak mungkin bisa inflasi 2 persen dengan harga minyak US$50 per barel,” ujar Art Hogan, analis dari Wunderlich Securities.

Sikap Jerman yang membuka pintu perundingan dalam menyikapi rencana pemerintahan Yunani mendatang atas utangnya juga turut mengangkat sentimen di pasar, meredakan kekhawatiran terkait isu hengkangnya Yunani dari zona euro.

Laporan ADP National Employment menunjukkan bahwa sektor swasta AS merekrut 240.000 pekerja baru pada bulan Desember, melebihi proyeksi kenaikan rekrutmen sebanyak 226.000 pekerja.

Data ini dirilis dua hari menjelang Departemen Ketenagakerjaan AS merilis laporannya. Kalangan ekonomi mengharapkan ada pertumbuhan lapangan kerja AS dari capaian 240.000 rekrutmen pada bulan Desember dan penurunan tingkat pengangguran dari posisi 5,7 persen.

Sempat melonjak 225 poin, indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik 212,88 poin (1,2 persen) ke level 17.584,52.

Sedangkan indeks S&P 500 naik 23,29 poin (1,2 persen) ke level 2.025,90. Adapun indeks Nasdaq naik 57,73 poin (1,3 persen) ke level 4.650,57.

Volume perdagangan di Bursa Efek New York AS mendekati 778 juta saham yang ditransaksikan, dengan volume komposit hampir 3,8 miliar saham.

 

Sumber : Vivanews